KHOTBAH DI BUKIT ; UCAPAN BAHAGIA

Bacaan : Matius 5 : 1-12 & Lukas 6 : 20-23


Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI ) memberi judul fasal 5 - 7 sebagai Khotbah di Bukit. Dan Fokus kita pada postingan kali ini adalah tentang Ucapan Bahagia. Tetapi sebelumnya kami ingin informasikan bahwa Fasal fasal 5 - 7 dalam kitab Matius ini merupakan Ucapan Yesus Kristus yang terpanjang dalam satu mement pertemuan. Dan Khotbah Yesus di atas bukit ini juga merupakan khotbah yang fenomenal, karena banyak hal dari ucapan Yesus yang justru mengkritisi tingkah laku bangsa Yahudi saat itu. Khotbah di bukit juga merupakan fakta bahwa Yesus penuh dengan hikmat yang dibuktikan dengan takjubnya orang banyak yang mendengarkan ajaran Yesus Kristus di bukit tersebut seperti yang tertulis dalam Matius 7 : 28 - 29.

Terkait dengan khotbah Yesus di bukit tentang Ucapan bahagia yang akan kita bahas saat ini terdapat dua kitab yang mencatatnya yaitu Matius 5 : 1 - 12 dan Lukas 6 : 20 - 23. Secara konstektual ada beberapa perbedaan cara penulisannya tetapi menurut kami itu wajar karena memang kedua kitab tersebut ditulis oleh orang yang berbeda dengan latar belakang yang berbeda pula; tetapi kalau kita telaah lebih lanjut masih memiliki maksud yang serupa.
Matius adalah orang Yahudi asli dan ia juga merupakan salah satu dari 12 murid Yesus, sehingga informasinya langsung dari nara sumber yaitu Yesus sendiri.

Sedangkan Lukas sebagai penulis Kitab Lukas; Lukas adalah seorang petobat Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab. Lukas bukan murid utama Yesus ( bukan 12 orang Murid ). Roh Kudus mendorong dia untuk menulis kepada Teofilus (artinya, "seorang yang mengasihi Allah") guna memenuhi suatu kebutuhan dalam jemaat yang terdiri dari orang bukan Yahudi akan kisah yang lengkap mengenai permulaan kekristenan. Dari surat-surat Paulus, kita mengetahui bahwa Lukas adalah seorang saudara "yang kekasih ... seorang dokter" (Kol 4:14) dan seorang teman sekerja Paulus yang setia (2Tim 4:11; File 1:24; bd. perikop-perikop "kami" di Kisah Para Rasul, lihat "PENDAHULUAN KISAH PARA RASUL" 08177). Dari penulisan Lukas sendiri kita mengetahui bahwa ia seorang yang berpendidikan tinggi, penulis yang terampil, sejarahwan yang teliti dan teolog yang diilhami. Ketika ia menulis Injilnya, agaknya gereja bukan Yahudi belum memiliki Injil yang lengkap atau yang tersebar luas mengenai Yesus.
Alasan itulah kenapa kedua kitab ( Matius 5 : 1 - 12 dan Lukas 6 : 20 - 23 ) ada beberapa perbedaan konstekstual tetapi maksudnya serupa.


Berikut ini cuplikan dari Khotbah Yesus tentang Ucapan Bahagia seperti yang tertulis dalam Matius 5 : 1-12 sebagai berikut :
5:1. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Kita akan mencoba memahami Firman tersebut diatas kesan apa yang anda dapat ? jika belum memiliki kesan silahkan anda baca sekali lagi .

1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga
Khotbah Yesus yang pertama adalah seperti tersebut diatas. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus memilih kalimat tersebut !. Berbahagia karena miskin dihadapan Allah karena akan mempunyai kerajaan sorga.
Miskin yang bagaimana yang dimaksud dengan kalimat tersebut diatas ? . Pengertian miskin adalah tidak memiliki apa apa yang bisa di andalkan. Kalimat tersebut diatas menunjukkan orang yang dalam keadaan miskin bukan mengarah kepada sikap merasa miskin. Karena Allah adalah Maha tahu dan memahami isi hati setiap orang, sehingga menurut kami Allah memang benar benar melihat orang itu miskin. Jika merasa miskin memiliki makna yang berbeda dan bisa berarti keserakahan. Sebenarnya secara umum dia termasuk golongan orang yang mampu tetapi secara pribadi orang tersebut merasa miskin / kekurangan. Dengan kata lain orang yang merasa miskin adalah orang yang tidak puas dengan keadaannya saat ini. Ada perbedaan mencolok yaitu miskin menurut Allah dan miskin menurut manusia. Kalimat merasa miskin itu lebih condong pada menurut pendapat manusia, tetapi miskin di hadapan Allah adalah penilaian Allah sendiri.
Disinilah perbedaannya kalimat tersebut diatas antara orang yang benar benar miskin dihadapan Allah dan orang yang merasa miskin dihadapan Allah.

Jika kita meyakini bahwa Allah adalah Maha tahu, maka kalimat tersebut diatas bukan kalimat kiasan, tetapi benar benar miskin menurut Allah. Di sini yang menilai adalah Allah sendiri.
Kembali pada konteks kalimat bahagia yang pertama seperti tersebut diatas, Allah menjanjikan Kerajaan Sorga. Bukan Sorga saja tetapi Kerajaan Sorga. Sorga menurut kami adalah " suasana sorga " tetapi Kerajaan Sorga tidak hanya suasana sorga, tetapi lebih dari itu. Kita sebagai pemilik dan berperan aktif atas Kerajaan Sorga sehingga dengan menjadi pemilik atas Kerajaan Sorga maka kita sudah tidak butuh apa apa lagi, semua tersedia untuk kita.

Mengapa miskin dihadapan Allah yang memiliki Kerajaan Sorga ? Pertanyaan ini yang harus terjawab pada postingan kali ini. Sebelumnya kami ingin bertanya kepada saudara sekalian, pernahkan saudara pada masa dan saat tertentu tidak memiliki apa apa ? Atau bisakah anda membayangkan bagaimana keadaan orang yang miskin ? untuk memenuhi kebutuhan pokoknya ( makan ) saja belum tentu terpenuhi untuk hari ini ( bisa sarapan tetapi belum tentu bisa makan untuk siang atau malam ). Maka secara naluri orang itu akan berusaha untuk mendapatkan makanan atau dia akan makan apa saja asal perutnya terisi. Miskin dalam pengertian diatas adalah miskin yang sebenarnya dan bukan merasa miskin karena Allah yang Maha tahu menilai bahwa manusia tersebut miskin. Menurut anda apa yang bisa diandalkan oleh orang miskin ? apa yang bisa dibanggakan oleh orang miskin ? Miskin adalah keadaan.

Miskin dihadapan Allah, berarti si miskin masih menemui dan menghadap kepada Allah. Menurut kami Allah menilai bahwa manusia dihadapannya adalah orang miskin dan yang perlu kita garis bawahi adalah orang tersebut masih menemui Allah buktinya dia ada di hadapan Allah.
Ketika orang tidak memiliki apa apa tetapi dia tetap setia kepada Allah seperti yang dilakukan oleh " Ayub ", dalam kemiskinan dan penyakitnya dia tetap setia kepada Allah. Tetap mengandalkan Allah dalam kemiskinannya maka itu yang diharapkan Allah.
Jadi teringat firman Tuhan Yesus tentang orang kaya sulit masuk surga dan lebih mudah seekor onta masuk lubang jarum. ( Matius 19: 24; Markus 10 : 25 & Lukas 18 : 25 ). Mengapa orang kaya lebih sulit masuk surga ? karena secara umum orang kaya lebih mengandalkan kekayaannya dari pada Tuhan; Bagi orang kaya terlalu banyak pertimbangan untuk ikut Tuhan. Lalu mengapa Onta lebih mudah masuk lubang jarum ? karena unta tidak terlalu banyak pertimbangan dan tidak banyak berfikir. Kesimpulannya adalah kalau mau ikut Tuhan Yesus jangan terlalu banyak pertimbangan yang macam macam dan jangan terlalu berfikir, tetapi ikut sajalah kemana Tuhan pergi. Disini memiliki pemahaman bahwa kalau mau ikut Tuhan jangan di bebani oleh hal hal lain, ikut saja dan jangan banyak bertanya atau berfikir yang macam macam. Karena Tuhan tidak akan membiarkan orang orangnya dalam kesusahan.

2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur
Berduka cita adalah serupa dengan berkabung; ada kesedihan, ada kesusahan. Apa yang diharapkan dari orang yang berdukacita ? adalah kelegaan. Duka cita adalah perasaan hati yang sedang berduka. Tidak ada orang yang menyukai duka cita. Kalimat tersebut mengandung pengharapan dimana Allah menjanjikan kepada orang yang berdukacita akan menerima penghiburan dari Allah. Dengan kata lain orang tidak akan selamanya berduka dan jika ada orang yang berduka maka Allah akan menghiburnya.
Yang menjadi pertanyaan penting adalah " kalimat tersebut diatas mengajak kita untuk beduka cita ! dengan kata lain orang yang berdukacita lebih berbahagia ? benarkah orang yang berduka cita lebih berbahagia ?". Seperti pengantar tersebut diatas bahwa duka cita identik dengan kesedihan - berkabung dan tidak ada orang yang memilih untuk berduka cita. Kami mencermati bahwa orang yang berduka cita itu lebih berbahagia karena dia telah menerima penghiburan dari Allah. Ada rasa syukur karena Allah telah menghiburnya sehingga dia merasa berbahagia. Menurut kami rasa bahagia bukan diletakkan di depan, tetapi bahagia karena Allah telah mau peduli kepada kita dan Allah bersedia menghibur kita. Sebuah karunia yang luar biasa karena Allah masih mau peduli kepada kita. Karena Allah melihat bahwa kita adalah orang yang penting bagi Allah sehingga Allah peduli kepada kita, disinilah letak bahagia itu.

3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Lemah lembut dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian baik hati, suka menurut. Menurut bahasa Yunani lemah lembut sebagai Praus / praotes; yang memiliki arti serupa dengan bahasa Indonesia.
Lemah lembut menurut kami memiliki beberapa pengertian majemuk yaitu :
  1. Penurut ; kalau boleh kami umpamakan seperti hewan peliharaan yang menurut apa yang diperintahkan tuannya.
  2. Sabar ( tidak suka marah dan mengumbar amarahnya ) tetapi tidak tinggal diam.
  3. Rendah hati ( tidak sombong ) tetapi tidak minder ( kurang percaya diri )
Menurut kami lemah lembut adalah orang yang memiliki kehendak tetapi kehendaknya dia tunduhkan dibawah kehendak Tuhan. Dengan kata lain biarlah terjadi menurut kendak Tuhan bukan atas kehendak manusia pribadi.
Disini kehendak tidak dimatikan tetapi kehendak manusia lebih diarahkan kepada Tuhan, biarlah terjadi menurut kehendak Tuhan saja bukan menurut kehendak ku manusia. Keinginan ( kehendak ) lebih di kendalikan.
Orang yang lemah lembut akan memiliki bumi ? benarkah demikian ! .... mari kita pelajari. " Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi ". Kira kira bagaimana menurut anda apakah orang yang menurut sesuai dengan kehendak Allah dan dia sabar untuk terus berusaha serta rendah hati dan tidak sombong; apakah orang tersebut akan memiliki bumi. Silahkan anda berfikir ya ........

4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 
Kalimat tersebut sepadan dengan kalimat nomor 2 yaitu mengandung harapan. Karena Allah akan memberikan kepuasan kepada mereka yang lapar dan haus. Lapar dan haus tidak hanya diartikan dalam pemahaman makan dan minum saja, tetapi kalimat tersebut bisa memiliki makna yang luas. Contohnya adalah lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan maka Tuhan akan membuatnya kenyang dan tidak haus lagi, lapar dan haus akan ilmu maka Allah akan memberikan ilmu yang dibutuhkan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Karena Allah selalu memuaskan dia yang lapar dan haus maka orang tersebut berbahagia.

5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan
Menurut kami kalimat tersebut serupa dengan hukum karma. Anda memberi maka anda juga akan menerima. Anda bersedia melepaskan sesuatu maka anda akan menerima sesuatu.
Orang yang memberi dengan iklas maka orang itu tidak mengharapkan apa ada , tetapi firman tersebut menegaskan bahwa orang yang murah hati akan beroleh kemurahan. Disini tidak dijelaskan beroleh kemurahan dari siapa ? menurut kami bisa dari Allah bisa juga dari sesama manusia.

6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah
Allah adalah suci dan semenjak manusia pertama ( Adam dan Hawa ) terjerumus dalam dosa maka sejak itulah terdapat jurang pemisah. Allah yang suci dan manusia yang berdosa. Kalimat tersebut menurut kami merupakan janji Allah kepada manusia. Kalimat diatas juga menunjukkan bahwa melihat Allah bukan saat ini ( bukan di dunia ini ), kalimat tersebut berupa janji Allah untuk kehidupan yang akan datang, mengapa demikian ? silahkan pahami kalimat tersbut, ada kata akan " , karena mereka akan melihat Allah ". Jelas bukan di dunia ini mereka yang suci hatinya melihat Allah.

Kalau mau melihat Allah maka hatinya harus suci. Suci yang seperti apa ? tentu saja suci menurut Allah bukan suci menurut manusia. Penilaian manusia dan penilaian Allah berbeda. Suci itu bersih atau jernih tidak ada kotoran, suci juga bisa diartikan dengan " murni " . Disini pengamat dan penilainya adalah Allah sendiri.
Menurut kami jika ada orang yang menganggap hatinya suci atau dirinya suci itu adalah kotoran dan noda, karena yang menilai adalah manusia, menggunakan standart manusia.

Bagaimana menciptakan hati yang suci ? mungkin kalimat ini yang saat ini ada di benak saudara. Menurut kami seperti yang sudah pernah kami posting beberapa waktu yang lalu tentang hati bahwa hati adalah sumber kebaikan dan juga sumber kehancuran di dunia. Besarnya hati secara fisik hanya sebesar genggaman tangan tetapi jika seluruh bumi dimasukkan kedalam hati maka masih terdapat ruang kosong; jika seluruh alam semesta di masukkan ke dalam hati ternyata juga terdapat ruang kosong. Hati memiliki 2 ruangan ( sekat ) yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah segala sesuatu yang positif ( surga, terang, cahaya, kebaikan, suka, kesabaran, keindahan, ya. setuju, dll ) sedangkan ruang negatif adalah neraka, sedih, duka, susah, hitam, buruk, jahat, tidak, menolak ( tidak setuju ) dll ). Menurut kami di hati inilah ada perbedaan surga - neraka; langit - bumi, terang-hitam, cahaya - gelap, suka- duka, gembira - sedih, kebaikan - kejahatan, ya- tidak, setuju - tidak setuju dll bersumber dari hati.
Lalu apakah sekat di hati bisa di hilangkan; bagaimana caranya agar ruangan di hati bisa penuh dan tidak ada rongga ( ruang kosong ). Menurut kami satu satunya yang dapat menghilangkan sekat dan membuat ruangan di hati penuh adalah menghadirkan Allah di dalam hati kita. Biarlah Tuhan yang berkuasa penuh atas hati kita. Untuk itu undanglah Tuhan untuk hadir di hati kita, dan biarlah Tuhan sendiri yang masuk dan bersemayam di hati kita. Tetapi sebelumnya persiapkan dulu hati kita untuk kedatangan Tuhan agar Tuhan bisa nyaman dan krasan di hati kita. Manusia hanya bisa mempersiapkan dan mengundang Tuhan, dan sepenuhnya adalah wewenang Tuhan untuk hadir atau tidak.
Hati yang suci jangan sekali kali dilihat dari sudut pandang manusia karena pasti akan tersesat, hati suci adalah pendapat Allah dan penilaian Allah sendiri. Manusia hanya berusaha mempersiapkan dan mengundang Tuhan untuk selalu hadir. Selebihnya biarlah Tuhan sendiri yang berkehendak, mau datang atau tidak biar itu atas kehendak Tuhan saja.

7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Kalimat tersebut diatas adalah merupakan " janji " Allah. Disini Allah secara tidak langsung mengajukan syarat bagi mereka yang ingin disebut anak anak Allah maka mreka harus membawa damai.
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. ( Roma 5 : 1 )
Kata membawa damai di Alkitab memiliki dua pengertian yang berbeda seperti dua permukaan mata uang atau seperti pedang bermata dua. Tetapi pemahamannya tetap sama yaitu manusia berdamai dengan Allah dan sebaliknya yang diwujudkan dengan janji keselamatan kepada manusia berupa kehadiran Yesus Kristus dan peristiwa penyaliban - kebangkitan Yesus Kristus sebagai korban bakaran yang sempurna di hadapan Allah. (Matius 20 : 28 ; Markus 10 : 45)
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14: 27 )
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." ( Yohanes 16 : 33 )
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. ( Kisah Rasul 10 : 36 )
Tetapi terhadap kehidupan dunia Yesus bersikap tegas menolak berdamai dengan dunia seperti :
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, .. ( Matius 10 : 34-35 )
Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. ( Lukas 12 : 51 )
Kembali pada konsteks kalimat bahagia " Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. " Membawa damai di sini lebih kepada perdamaian dengan sesama manusia dan bukan berdamai dengan kehidupan dunia. Berdamai disini lebih kepada kehidupan yang rohani.

8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
Ucapan bahagia yang ke-8 memiliki kemiripan janji seperti pada ucapan bahagia pada poin pertama " Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga " yaitu Alah menjanjikan Kerajaan Sorga bagi mereka yang dianiaya oleh sebab kebenaran.
Terkait dengan kebenaran adalah yang sebenarnya, sehingga kebenaran dilihat dari sudut pandang manapun tetap sebuah kebenaran. Walau terkadang kebenaran tidak serta merta terbuka tetapi seiring perkembangan waktu kebenaran tetaplah sebuah kebenaran walaupun harus di lihat dari sudut pandang yang berbeda beda. Apa yang kami maksud dapat anda baca pada postingan kami sebelumnya tentang kebenaran.
Terkait dengan kebenaran akan ajaran Yesus Kristus dan harapan Yesus untuk tidak goyah dalam berpegang pada firman Tuhan, selalu berserah kepada Tuhan.
" Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Tidak takut menderita di dunia walaupun harus di cela dan dianiaya serta di fitnah oleh manusia lain karena memberitakan kabar suka cita dan kebenaran Firman Tuhan di dalam Yesus Kristus.
Semoga bermanfaat, dan mudah mudahan tidak bingung.


Salam,

Dwi Hartoyo, SP
REFERENSI
1. Alkitab - Lembaga Alkitab Indonesia cetakan ke-154, 1996 
Share on Google Plus

About Restsindo

2 comments:

  1. Selamat Siang,
    saya sudah membaca blog anda, sangat mudah di pahami dan saya sangat tertarik untuk bekerja sama dengan anda, kami dari Forexmart menawarkan kerja sama affiliasi yang sangat menguntungkan untuk anda, jika anda berminat dan tertarik dengan penawaran ini bisa menghubungi email saya di www.forexmart.com dan saya akan memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai penawaran kerjasama ini.
    Terima Kasih dan salam sukses untuk anda

    ReplyDelete