Apakah perlu berjihad untuk Tuhan ? ( Al Baqarah 189-195 )



Al Baqarah 189-195 mengajarkan tentang Jihad di jalan Allah. Berjihad untuk menegakkan ajaran Tuhan atau berjihad untuk memerangi musuh Allah benarkah pernyataan ini ? Logiskah ajaran Jihad yang demikian !
Al Quran dalam kitab Al Baqarah 189 -195 mengajarkan tentang berjihad di jalan Allah. Dalam ayat tersebut dibenarkan dan dihalalkan untuk membalas perbuatan orang lain yang tidak sejalan dan jika perlu dihalalkan untuk membunuh. Yang menjadi pertanyaan besar adalah benarkah ini ajaran yang baik ? benarkah ajaran ini mengajarkan kebenaran Allah ?. Hal ini yang akan kami kupas habis dalam pembahasan kita kali ini.

Apa arti yang sebenarnya dari kata jihad menurut Al Quran ? menurut Wikipedia pengertian Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.( sumber )( Din secara umum = peraturan Allah ). menurut Bilal Atkinson kata Jihad berarti " berjuang " yang penjelasan selanjutnya menurut kami justru tidak sesuai dengan Al Quran ( Al Baqarah 189-195 ) ; Bilal mengatakan " Jihad sebagaimana diperintahkan dalam Islam bukanlah tentang membunuh atau dibunuh tetapi tentang bagaimana berjuang keras memperoleh keridhaan Ilahi " Sedangkan menurut Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang jihad bahwa Jihad adalah tulang punggung dan kubah Islam dimana kedudukan berjihad sangat tinggi di surga dan di dunia yang membuat orang yang berjihat mulia di dunia dan akhirat. Al Imam Ibnu Qayyim juga berpendapat bahwa jihad adalah mengatakan kebenaran meski banyak orang yang menentang; jihad melawan musuh musuh Allah diluar ( kaum muslimin ) termasuk cabang dari jihad adalah seorang hamba terhadap sisi sendiri ( Nafsu ) didalam ketaatan kepada Allah. Dijelaskan bahwa jihad dibagi menjadi jihad melawan diri sendiri ( hawa nafsu ) ; jihad melawan setan ; jihad melawan orang orang kafir dan munafik; jihad melawan orang orang dzolim, ahli bidah dan pembuat kemungkaran. Dan masih banyak lagi pemahaman tentang jihad silahkan anda cari sendiri di google.

Dari pengertian tentang jihad diatas menurut anda ! sudah sesuaikah dengan Al Quran ? atau sudah sesuaikah dengan hati nurani anda ?. Menurut kami betapa munafiknya orang orang yang begitu menjunjung Jihad. Mengapa kami mengatakan demikian ! kami memandang dari sudut pandang lain yaitu siapa sih manusia itu dimata Allah ? Lebih hebat siapa sih Allah atau manusia ? sehingga manusia beranggapan bahwa dirinya bisa menegakkan hukum / peraturan Tuhan ? atau membela agama Tuhan ? atau melawan musuh musuh Tuhan ? memangnya Tuhan tidak bisa menegakkan peraturanNya atau melawan musuhNya sendiri ?. Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang " Maha Segalanya "- berkuasa atas segala sesuatu - Dia itu Mutlak dan penguasa Tunggal- Dia Maha Kuat dan manusia hanya debu tanah yang tak berdaya. Sehingga tidak perlu manusia menegakkan peraturan Tuhan atau tidak perlu manusia membela Tuhan karena Tuhan tidak butuh pembelaan dari manusia. Justru sebaliknya manusia membutuhkan Tuhan, membutuhkan kekuatan Tuhan. Jika Tuhan berkenan maka hanya sekali ucap maka seluruh mahluk yang Dia ciptakan akan tunduk pada peraturan yang Dia buat. Jika Tuhan berkenan hanya bayangannya saja akan membuat porak poranda musuh musuhNya. Bagaimana apakah sudut pandang kami ini keliru ? jika menurut anda keliru maka Tuhan yang anda sembah adalah Tuhan yang palsu dan tidak berkuasa atas segala hal. Kami sarankan anda mencari Tuhan yang benar benar " Maha Segalanya " yang berkuasa atas segala sesuatu. Carilah maka engkau akan menemukannya, karena Tuhan ada dimana mana dan Tuhan bisa asal anda mau mencarinya. Tuhan itu MAHA sehingga tidak ada yang tidak mungkin bagi Dia dan jika Dia berkehendak maka kehendaknya itu terjadi kurang dari hitungan detik. Manusia jangan merasa hebat sehingga bisa membela Tuhan; tetapi sebaliknya Tuhan yang membela, menolong dan melindungi orang orang yang dikasihinya. Mohon maaf menyimpang terlalu jauh .... mari kita kembali ke topik semula.

Bagaimana Jihad menurut surat Al Baqarah 189 - 195 ; berikut cuplikan dari kami :

2:189
Inggris : 
189. They ask you, [O Muhammad], about the new moons. Say, "They are measurements of time for the people and for Hajj." And it is not righteousness to enter houses from the back, but righteousness is [in] one who fears Allah. And enter houses from their doors. And fear Allah that you may succeed.
Indonesia : 
189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[116], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

[116]. Pada masa jahiliyah, orang-orang yang berihram di waktu haji, mereka memasuki rumah dari belakang bukan dari depan. Hal ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah s.a.w., maka diturunkanlah ayat ini.

2:190
Inggris : 
190. Fight in the way of Allah those who fight you but do not transgress. Indeed. Allah does not like transgressors
Indonesia :
190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.


2:191
Inggris : 
191 . And kill them wherever you overtake them and expel them from wherever they have expelled you, and fitnah is worse than killing. And do not fight them at al-Masjid al- Haram until they fight you there. But if they fight you, then kill them. Such is the recompense of the disbelievers.
Indonesia :
191 . 191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

[117]. Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.


2:192
Inggris : 
192 . And if they cease, then indeed, Allah is Forgiving and Merciful
Indonesia :
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


2:193
Inggris :
193. Fight them until there is no [more] fitnah and [until] worship is [acknowledged to be] for Allah . But if they cease, then there is to be no aggression except against the oppressors
Indonesia :
193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.


2:194
Inggris :
194. [Fighting in] the sacred month is for [aggression committed in] the sacred month, and for [all] violations is legal retribution. So whoever has assaulted you, then assault him in the same way that he has assaulted you. And fear Allah and know that Allah is with those who fear Him.
Indonesia : 
194. Bulan haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
[118]. Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
[119]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.


2:195
Inggris : 
195. And spend in the way of Allah and do not throw [yourselves] with your [own] hands into destruction [by refraining]. And do good; indeed, Allah loves the doers of good
Indonesia :
195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Menurut Al Baqarah 189-195 muncul sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan para sahabat Muhammad tentang bulan Sabit sebagai petunjuk sebagai bulan Haji ( ayat 189 ) dan ayat 190 adalah hukum balas dendam tetapi dengan catatan jangan berlebihan. Memerangi orang orang yang terlebih mengajak berperang dan ayat 190 menghalalkan balas dendam atas nama Tuhan ( selama dijalan Allah ). Ayat 191 lebih kejam lagi yaitu menghalalkan membunuh sesama manusia. Ayat 192 berhentilah jika musuhmu juga berhenti. Merupakan hukum timbal baik yaitu jika dia melawan maka lawanlah jika mereka berhenti maka berhentilah jika mereka murka maka murkalah. Ayat 193 menegaskan untuk benar benar memerangi lawan atas nama Tuhan ( semata mata untuk Tuhan ). Dan berdamai dengan hukum qishaash yaitu berdamai dengan jaminan harta benda. Silahkan baca artikel kami sebelumnya tentang Qishaash disini ( ayat 194 ). Bagaimana qishaash yang diuntungkan adalah orang orang yang berduit / orang kaya dalam menyelesaikan perselisihan maupun menjalankan aturan agama. Sedangkan Ayat 195 sebagai ayat penutup bab ini mengajarkan agar membelanjakan harta dan kekayaan dijalan Allah dan jangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena Allah menyukai mereka yang berbuat baik. Ayat 195 secara tidak langsung mengatakan bahwa jalan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Seolah olah jalan Allah itu seperti jalan di dunia dan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Sehingga kesimpulan sementara kami adalah Allah menurut Al Baqarah 195 bukan Allah yang kaya, buktinya masih membutuhkan harta kekayaan. Padahal menurut pemahaman kami Allah itu " Maha Segalanya " termasuk Dia Maha Kaya sehingga itu sebabnya kami hanya meminta kepadaNya saja karena Allah yang kami sembah Maha Kaya dan tidak kekurangan. Tidak hanya itu saja tetapi secara keseluruhan kami simpulkan bahwa Allah menurut Al Baqarah 189-195 bukan Allah yang Maha seperti Allah yang kami sembah. Allah menurut Al Baqarah 198-195 tidak berkuasa dan memiliki kelemahan sehingga bagi anda yang menyembahnya harus intropeksi diri kembali agar tidak tersesat dikemudian hari. Kami sarankan agar mencari Allah yang benar benar " Maha Segalanya " yang Mutlak dan tidak bercacat.

Agar penjelasan kami ini berimbang, kami akan berikan padanan dari Al Baqarah 198-195 menurut kitab kitab sebelum Al Quran yaitu Taurat dan Zabur ( Alkitab ). Mari kita cari padanan ayat tersebut dari Alkitab; mengapa ? jelas karena selain latar belakang dari munculnya ayat itu tentu tidak lepas dari Kitab kitab sebelumnya. Kami berkeyakinan bahwa seluruh isi Al Quran itu hanya 1/4 bagian dari Alkitab. Hal mendasar lainnya adalah Al Quran adalah turunan dari Kitab kitab sebelumnya mengingat waktu kemunculan Al Quran beratus ratus bahkan beribu ribu tahun setelah kitab kitab ( Taurat dan Zabur / Alkitab ) sebelumnya terdistribusi. Agar tidak panjang lebar mari kita cari sepadanan dari Al Baqarah 189-195. Dan pembahasan selanjutnya apakah perihal jihad tersebut masih sepadan dengan kitab kitab setelahnya sehingga Al Quran mengankatnya kembali dan tentu saja telah di modifikasi oleh Muhammad. Dengan demikian kita bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang menipu ? walaupun dengan alasan dan latar belakang kebaikan ! bahkan mengatasnamakan Tuhan.

Jihad sebenarnya tidak semata mata terdapat dalam Al Quran saja tetapi dalam Kitab Taurat - Kitab Jabur ( Alkitab ) baik perjanjian lama maupun perjanjian baru terdapat pengertian yang serupa dengan pengertian jihad. Tetapi paling banyak terdapat dalam perjanjian lama dan oleh Yesus Kristus hukum jihad dan hukum balas dendam telah di sempurnakan menjadi hukum kasih seperti yang bisa anda baca dan pelajari pada perjanjian baru dalam Alkitab. Agar tidak bingung kami akan informasikan hal tersebut seperti kami uraikan dibawah ini yaitu padanan Jihad dalam Al Baqarah 189-195 berdasarkan Alkitab ( Perjanjian Lama ). Dan yang harus di garis bawahi adalah pembalasan itu adalah Hak dari Allah sendiri.

Keluaran 22 : :22 - 25 " Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Ayat diatas di ulang dalam Imamat 4:17-20 " Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati. Tetapi siapa yang memukul mati seekor ternak, harus membayar gantinya, seekor ganti seekor. Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.

Ulangan 19: 21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."

Keluaran 32 : 33 & 34 " Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Bilangan 31: 2 dan 3 "Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu. Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian."

Ulangan 7:10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.

Ulangan 32:41-43 apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku. Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan, dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang. Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya."

Yesaya 1:24 Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; "Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku.

Yeremia 21:14 Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyalakan api di hutannya yang akan memakan habis segala sesuatu yang di sekitarnya."

I Samuel 24:19 (24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.

Tidak hanya itu tetapi anda juga bisa menemukan hal serupa pada Ulangan 32 : 35 ; Ester 8 : 13 ; Mazmur 18 : 47; Mazmur 41 : 10 ; Mazmur 58: 10 ; Mazmur 91 : 8 ; Yesaya 59 : 18 ; Yesaya 65 : 6 ; Yeremia 23 : 34; Yeremia 51 : 36 ; Ratapan 3 : 64 ; Roma 11 : 9 ; Hakim hakim 15 : 7 ; II Raja raja 9 : 7 ; Amsal 17 : 13 ; Yehezkiel 7:3-4 

Kami menduga bahwa hukum Jihad seperti yang tertulis dalam Al Baqarah 189-195 terinspirasi dari ayat ayat dalam Alkitab seperti tersebut diatas. Dan sekaligus menjelaskan bahwa Al Quran bukan kitab yang menyempurnakan kitab kitab sebelumnya tetapi menyalin kitab kitab yang telah ada dan mengklaim bahwa itu berasal dari Allah. Dan dari itu juga tampak bahwa Muhammad hanya mempelajari kitab kitab perjanjian lama sebagai dasar hukum dalam Islam. Padahal jelas sekali bahwa Yesus Kristus telah menyempurnakan hukum hukum dalam kitab perjanjian lama tersebut menjadi hukum kasih. Seperti yang tertulis dalam Matius 5 : 38-42 sebagai berikut :
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Dan hal tersebut di atas di pertegas kembali oleh Yesus Kristus dalam ayat ayat lainnya dalam perjanjian baru pada Alkitab seperti :

Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya." Pernyataan ini juga serupa dengan Ulangan 32 :35 Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.

Roma 12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Roma 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

I Tesalonika 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

I Petrus 2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

I Petrus 3:9-11 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

I Raja Raja 8:32 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.

Setelah membahas uraian tentang Jihad baik menurut Al Quran maupun Alkitab apakah menurut anda masih perlu melakukan jihad ? Karena pada hakekatnya manusia itu lemah dan tidak berdaya sehingga sangat tidak pantas jika manusia berkata jihad untuk Tuhan. Kembali kami katakan siapa manusia ini sehingga manusia berhak membela Allah atau memperjuangkan jalan Allah. Allah itu " MAHA " jika Dia berkenan semua bisa terjadi sesuai kehendaknya dalam hitungan kurang dari 1 detik. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hendaknya manusia hanya meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah, bukan sebaliknya manusia menolong Allah.

Untuk menegakkan ajaran Tuhan Allah jika Dia berkenan semua manusia tunduk padaNya dan menyembahNya sangatlah mudah bagi Dia yang MAHA. Sehingga tidak perlu manusia membela Allah karena Allah tidak perlu di bela karena Allah yang mutlak.

Jika anda masih memahami bahwa Allah perlu di bela, Ajaran Allah perlu di tegakkan, hukum Allah berlu di tegakkan, berjihad melawan musuh musuh Allah dan lain lain yang intinya adalah membela Allah maka anda telah meredahkan Allah dan menganggap diri anda lebih hebat dari Allah. Siapa sih musuh Allah ? jika memang ada berarti Allah yang demikian tidak MAHA karena ada pesaingnya yaitu musuhnya itu. Jika Tuhan ada saingan apakah itu disebut Tuhan ? kami berani katakan bahwa yang demikian bukan Tuhan karena Tuhan adalah MAHA segalanya, berkuasa atas segalanya dan Mutlak adanya. Jika Tuhan itu MAHA apa susahnya membinasakan musuhNya dan apa susahnya merubah yang jahat menjadi baik.
Semoga bermanfaat




6 comments:

  1. Surah Al-Baqarah 191-192:



    Artinya: “Dan Bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka Telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), Maka Bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 191, 192).


    Sekilas dari ayat ke 191 mempunyai penafsiran bahwa ummat Islam diperintahkan memerangi orang kafir ketika menemui mereka. Namun, sebenarnya tidak demikian. Karena itu, ayat ini sangat erat kaitannya dengan ayat sebelumnya, 190.

    Ayat ke 190
    berbunyi:


    Artinya: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, Karena Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Baqarah: 190).

    Dari ayat ini ada satu hal yang perlu digarisbawahi bahwa ummat Islam diperbolehkan berperang dengan orang-orang kafir, apabila mereka telah memerangi kita. Jadi apabila tidak memerangi kita, maka tidak diperbolehkan kita memerangi mereka.
    Apabila terpaksa kita harus memerangi mereka (karena mereka memerangi kita), Allah mengatakan, jangan malampau batas ketika perang nanti. Maksud melampau batas –sebagaimana dikatakan oleh Hasan al-Bashry sebagaimana dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsir nya—adalah tidak diperbolehkan membunuh, anak-anak, wanita, pendeta, laki-laki tua, membunuh hewan, menebang atau membakar pohon sembarangan, juga membunuh mereka yang tidak ikut berperang. Apabila hal ini dilakukan, maka Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat seperti ini karena orang seperti ini dinilai oleh Allah sebagai orang-orang yang melampaui batas.
    Ayat berikutnya Allah menegaskan, ketika peperangan itu telah terjadi, bunuhlah mereka orang-orang kafir yang ikut perang ketika didapati mereka hendak membunuh kalian. Namun, apabila mereka menyerah, atau tidak ikut berperang, maka tidak diperbolehkan membunuhnya.

    Juga usir mereka dari tempat mereka (ketika berperang) sebagai balasan (kisas) atas apa yang telah mereka lakukan. Namun, sekali lagi ayat ini berbicara dalam konteks perang, bukan dalam konteks damai. Kalau dalam keadaan damai seperti sekarang, tidak diperbolehkan ummat Islam memerangi mereka atau mengusir mereka. Bahkan, menyakiti dengan kata-kata tidak dibenarkan sedikitpun.
    Dalam Islam, di antara sebab bolehnya perang adalah devensive (untuk bertahan), bukan offensive (untuk menyerang). Ummat Islam boleh berperang, kalau diserang dan diperangi, kalau dalam damai, tentu tidak diperkenankan.


    ReplyDelete
  2. Benar dikatakan bahwa para da’I Muslim terdahulu jago perang, yaitu BERTUJUAN untuk membebaskan wilayah-wilayah da’wah. Dalam hal ini DIBEBASKAN dari PEMIMPIN yang DZALIM (melakukan penindasan kepada rakyatnya dan tidak memberi kebebasan beragama). Jadi, ditaklukkan dulu penguasa yang dzalim itu agar kemudian dakwah bisa berjalan. Dan MASYARAKAT DIBERI KEBEBASAN UNTUK MENGIKUTI atau TIDAK MENGIKUTI syariat Islam. Maaf, coba tengok sejarah penaklukan Andalusia, Konstantinopel dan Perang Salib 2.

    Dalam Islam yang diperangi adalah Penguasa atau Pemimpin yg dzalim (dengan catatan apabila telah diperangi, bukan menyerang). Dan Rakyat diberi KEBEBASAN untuk menerima ataupun menolak da’wah Islam. Maka dari itu perang dalam Islam harus dilakukan/berlandaskan dengan AKHLAK yang TINGGI, tidak diperbolehkan sama sekali menggunakan NAFSU atau pertimbangan untuk memperluas daerah jajahan. Semata untuk membebaskan Rakyat dari penindasan, penekanan serta memberi kebebasan memeluk agama.

    Dan mengenai hal ini (kebebasan beragama) telah di jelaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Kafirun (Ayat 1-6) yang artinya:

    “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, (1) Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. (2) Dan kamu bukan penyembah Rabb yang aku sembah. (3) Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, (4) dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Rabb yang aku sembah. (5) Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (6)” (QS. Al Kafirun: 1-6)

    ReplyDelete
  3. Pernyataan: Ayat 195 secara tidak langsung mengatakan bahwa jalan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Seolah olah jalan Allah itu seperti jalan di dunia dan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Sehingga kesimpulan sementara kami adalah Allah menurut Al Baqarah 195 bukan Allah yang kaya, buktinya masih membutuhkan harta kekayaan
    Penjelasan tentang surah al-baqarah ayat 195 (membelanjakan harta ‘di jalan Allah’) yang di maksudkan disini adalah kewajiban untuk melakukan sedekah, menunaikan zakat
    (D E R M A)

    Alquran > Surah Al Baqarah > Ayat 215

    Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
    Alquran > Surah Al Baqarah > ayat 254
    “Wahai orang-orang yang beriman! Sebarkanlah sebahagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kamu, sebelum tibanya hari (kiamat) yang tidak ada jual beli padanya dan tidak ada kawan teman (yang memberi manfaat), serta tidak ada pula pertolongan syafaat dan orang-orang kafir, mereka itulah orang-orang yang zalim”
    Alquran > Surah An Nisaa' > Ayat 8

    Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.

    Alquran > Surah Al-An'am > Ayat 141
    Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan tidak berjunjung, pohon korma, tanaman-tanaman yang bermacam-macam, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada faqir miskin), dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai yang berlebih-lebihan.




    ReplyDelete
  4. pernyataan: Dia itu Mutlak dan penguasa Tunggal- Dia Maha Kuat dan manusia hanya debu tanah yang tak berdaya. Sehingga tidak perlu manusia menegakkan peraturan Tuhan atau tidak perlu manusia membela Tuhan karena Tuhan tidak butuh pembelaan dari manusia. Justru sebaliknya manusia membutuhkan Tuhan, membutuhkan kekuatan Tuhan.
    Manusia jangan merasa hebat sehingga bisa membela Tuhan; tetapi sebaliknya Tuhan yang membela, menolong dan melindungi orang orang yang dikasihinya.

    Allah S.W.T adalah tuhan yang menciptakan sekalian alam semesta ini, tidak terkecuali manusia. Manusia adalah dikatakan makhluk paling sempurna dibandingkan makhluk-makhluk lain yang diciptakan-Nya.
    Manusia pun hendaknya mengetahui tentang dirinya dari kelebihan tersebut, apa saja kelebihan-kelebihan manusia dibandingkan makhluk ciptaan Allah lainya dan dengan kelebihan tersebut hendaklah manusia menggunakannya sebaik mungkin yakni bersyukur dan sadar atas apa tugas mereka berada didunia ini.
    Tugas manusia dimuka bumi itu sendiri bukanhanya sebagai khalifah dimuka bumi ini yakni pemimpin-pemimpin pengurus kelangsungan dimuka bumi ini namun tugas manusia ialah berdakwah, menyeru sesama umat manusia agar berada dijalan Allah, dalam potongan ayat al-qur’an surah huud > 61:
    Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)". (Huud: 61)
    Allah S.W.T MENYERU MANUSIA AGAR SALING MEMAKMURKAN SESAMA yakni saling brdakwah mengajak kejalan Allah agar bahagia didunia dan diakhirat kelak.
    Manusia bukan hanya hidup didunia manusia juga punya tanggung jawab diakhirat atas perbuatan mereka ketika hidup didunia. Maka sebelumnya hendaklah membahas siapa itu manusia dan tanggung jawabnya diakhirat nanti.

    ReplyDelete
  5. maaf, sedikit tanggapan atas al-kitab
     Roma 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

    menurut saya, penjelasan dari ayat ini mengatakan bahwa Allah memberikan kuasa penuh (termasuk hukuman) kepada Pemerintah atas kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh ummatnya.
    dan dalam ayat ini juga di katakan "takutlah akan dia(pemerintah)", seakan-akan Pemerintah menjadi pengganti tuhan di dunia. Sesungguhnya pemerintah juga adalah mahluk ciptaan Allah. bukan kepada Pemerintah kita mesti takut, melainkan takut kepada Allah (beserta atura-aturan) yang telah di turunkannya dalam kitab suci melalui para Nabi, (dan itu jelas telah di sempurnakan dalam Al-Qur'anulkarim yg dibawa oleh Nabi terakhir "Rasulullah Muhammad SAW).

    selebihnya untuk di pertimbangkan, semoga bermanfaat..
    Wassalam

    ReplyDelete
  6. Perlu di pamahami apa maksud Roma 13 : 4 dengan membaca ayat selanjutnya : Ini saya cuplikkan sedikit agar tahu maksud keseluruhan.

    13:5 Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita.
    13:6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah.

    13:7. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
    13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
    13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
    13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

    13:11. Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
    13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    ReplyDelete