PENELUSURAN CIKAL BAKAL GERAKAN SHALAT


Artikel ini membahas tentang latar belakang sejarah gerakan dari shalat yang dilakukan oleh pemeluk agama Islam. Shalat adalah kewajiban bagi agama Islam yang harus di lakukan sebanyak 5 kali dalam satu hari. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata " Shalat " tidak ditemukan. Kata yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah " salat " bukan kata " Shalat " . Kata " Shalat " ditemukan dalam terjemahan Al-Quran dalam bahasa Indonesia. Kata " Shalat " dalam Al- Quran ditemukan sebanyak 79 kali ( baik dalam muqaddimah , ayat - ayat Al-Quran dan catatan kaki Al Quran ); seperti tertulis dalam Al Baqarah 238 - Al Baqarah 3- Al Baqarah 43 - Al Baqarah 153 - Al Israa' 78 - Al 'Ankabuut 45 - An Nisaa' 102 & 103 - Catatan kaki " Al Kautsar 3 " - Catatan kaki dari " Al Mursalaat 48" -An Nisaa' 43 - muqaddimah Ibrahim - Ibrahim 31 - Al 'Alaq 10 & 17 - Al Maa´uun 4 - An Nisaa' 142 - Faathir 29 - Ath Thuur 48 dan masih banyak lagi yang tidak kami sebutkan. Menurut kami kata " salat " dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yang hampir sama dengan kata " Shalat " dalam Al Quran. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata " salat " memiliki 2 pengertian yaitu 1 rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah Swt., wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam; 2 doa kepada Allah.
Kata salat tidak berdiri sendiri tetapi bergandengan dengan : ( Nb : tanda -- berarti kata salat )
-- berjamaah salat bersama-sama dengan mengikuti imam;
-- Duha salat sunah pada pagi hari (kira-kira pukul 09.00) sebanyak 2—8 rakaat;
-- Gaib salat jenazah yang dilakukan untuk orang muslim yang meninggal yang mayatnya tidak berada di tempat;
-- Hajat salat sunah, sedikitnya dua rakaat, yang dilakukan pada siang atau malam hari untuk memohon suatu hajat yang khusus kpada Allah agar Allah mengabulkannya;
-- Id salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri (1 Syawal) dan Iduladha (10 Zulhijah);
-- Idain salat dua hari raya, yaitu Idulfitri dan Iduladha;
-- Iduladha salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Iduladha tanggal 10 Zulhijah;
-- Idulfitri salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Idulfitri tanggal 1 Syawal;
-- Istikharah salat sunah dua rakaat pada malam hari untuk meminta petunjuk yang paling baik dari beberapa pilihan;
-- Istiska salat sunah dua rakaat pada siang hari untuk meminta hujan yang dilakukan di lapangan, sebelumnya didahului dengan khotbah;
-- jamaah salat berjamaah;
-- Jamak salat yang dilaksanakan dengan mengumpulkan dua salat wajib dalam satu waktu, seperti salat Zuhur dengan Asar dan salat Magrib dengan salat Isya (khusus dalam perjalanan);
-- Jenazah salat untuk orang muslim yang meninggal, dilakukan dengan empat takbir, hukumnya fardu kifayah;
-- Jumat salat berjamaah dua rakaat pada hari Jumat didahului dengan khotbah, hukumnya wajib bagi laki-laki, waktunya sama dengan salat Zuhur;
-- Khauf salat dalam peperangan;
-- Khusuf salat sunah karena terjadinya gerhana bulan;
-- Kusuf salat sunah karena terjadinya gerhana matahari;
-- lima waktu salat wajib;
-- Loha salat Duha;
-- maktubah salat yang diwajibkan lima kali sehari semalam; salat lima waktu;
-- Marid salat yang dikerjakan oleh orang sakit;
-- Mayat salat Jenazah;
-- Musafir salat sunah dua rakaat yang dikerjakan ketika akan bepergian atau pulang dari bepergian;
-- nafilah salat sunah;
-- Qasar salat yang dilaksanakan dengan memendekkan jumlah rakaat, yaitu empat rakaat menjadi dua rakaat (khusus dalam perjalanan);
-- rawatib salat sunah yang dikerjakan sebelum atau sesudah salat wajib;
-- Safar salat dalam perjalanan jauh (yang bukan dengan tujuan maksiat) dapat berupa salat jamak, salat qasar, atau gabungan kedua-duanya;
-- sunah salat yang tidak wajib dilakukan, tetapi mendapat pahala apabila dilakukan;
-- Tahajud salat sunah, sedikitnya dua rakaat, dikerjakan sesudah bangun tidur pada separuh malam hingga menjelang subuh; qiamulail;
-- Tahiyat Masjid salat sunah dua rakaat ketika masuk masjid untuk menghormati masjid sebagai tempat suci;
-- Tarawih salat sunah yang dilakukan pada bulan Ramadan, yang waktunya sesudah salat isya hingga menjelang fajar, dapat dikerjakan sendiri, baik di rumah maupun di masjid, atau dengan berjamaah dan tanpa azan atau iqamat;
-- Taubat salat sunah dua atau empat rakaat dengan memperbanyak istigfar karena ingin mohon ampun kpada Allah atas dosa;
-- Witir salat sunah yang jumlah rakaatnya ganjil, seperti 1, 3, 5 (dst) rakaat, dilakukan sesudah Isya sampai terbit fajar (lazim dilakukan setelah salat Tarawih);
-- wajib salat fardu yang dilaksanakan lima waktu dalam sehari semalam, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya;
-- Wusta salat Asar;
( sumber : http : // pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/ )

Itu adalah penjelasan singkat dari kata " salat " dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang artinya serupa dengan kata " Shalat " dalam Al Quran. Tetapi bukan itu yang kami ingin bahas dalam artikel ini, tetapi bagaimana gerakan salat / Shalat tercipta. Dari mana gerakan shalat / salat tercipta ? kami akan mengupas gerakan shalat / salat menurut Al Qur'an maupun hadish dan kami bandingkan dengan Alkitab.


Perhatikan gambar di diatas adalah petunjuk gerakan salat / shalat.

Banyak sekali tulisan - tulisan yang menyatakan bahwa ajaran agama Islam bukan murni turun dari Allah melalui Muhammad, tetapi merupakan contek menyontek dari ajaran- ajaran Yahudi dan Kristen di daerah Timur tengah. Berikut ini adalah artikel artikel yang kami maksud : ( silahkan di baca sendiri ) :
  1. http://kursusislam.wordpress.com/2011/06/22/membedah-asal-usul-shalat/
  2. http://copasalrebell2012.blogspot.com/2012/04/sejarah-sholat-ummat-terdahulu.html
  3. http://tausyah.wordpress.com/2010/07/18/sejarah-shalat-dan-dalil-dalilnya-dalam-quran-dan-injil/
  4. http://orthodoxkristen.multiply.com/journal/item/4
  5. dan masih banyak yang lainnya ... silahkan cari sendiri di google dengan keyword : sejarah gerakan shalat.
Hal tersebut sangat mungkin menurut kami karena Muhammad adalah pedagang lintas wilayah (kalau sekarang adalah pedagang " eksport - import ) sehingga beliau sering bepergian ke luar daerahnya dan melihat banyak tradisi dan budaya di daerah lain.
Gerakan shalat yang dilakukan oleh pemeluk agama Islam memiliki latar belakang yang jelas merupakan tradisi dari masyarakat Yahudi dan Komunitas Kristen di wilayah Timur tengah ( Orthodoks Syria ) yang dianggap bidah oleh komunitas Kristen Roma dan Komunitas Kristen Yerusalem dan Komunitas Aleksandria / Koptik.
Menelusuri sejarah gerakan Shalat membuat kami harus mencari informasi dari berbagai sumber mengingat Al - Quran tidak menjelaskan secara detil sejak kapan dan bagaimana teknis pelaksanaan Sholat yang diperintahkan kepada Muhammad . Meski demikian al-Quran secara tegas menyatakan bahwa Sholat sudah dilakukan oleh umat-umat sebelumnya, seperti perintah Sholat kepada Nabi Ibrahim dan anak cucunya[2], kepada Nabi Syu’aib[3], kepada Nabi Musa[4] dan kepada Nabi Isa al-Masih[5].

Menurut sejarah Islam menyebutkan bahwa Gerakan Shalat yang dilakukan oleh Muhammad secara utuh terjadi ketika Muhammad telah melakukan Isra' - Miraj dari Masjidil Haram ( Mekkah ) ke Masjidil Aqsha ( Israel ( Betlehem ) sekarang menjadi Negara Palestina ) dengan mengendarai burung Burag bersama Jibril dan konon naik ke langit ke-7 dan disana terjadi tawar menawar dengan Allah terkait dengan waktu pelaksanaan Shalat sehingga terjadi kesepakatan cukup 5 kali sehari. Menurut sejarah Islam menyebutkan bahwa waktu penetapan shalat terjadi  ketika Muhammad melakukan isra mi’raj dari Mekkah ke Yerusalem dan dari Yerusalem ke Surga. Di surga ia diberi mandat untuk mengabarkan kewajiban shalat untuk umat muslim sebanyak 5 kali, setelah tawar menawar dengan Allah swt yang tadinya minta 50 kali dalam sehari, kemudian ditawar jadi 25, kemudian dikorting jadi 12, dikasih keringanan lagi akhirnya jadi 5 kali dalam satu hari.
Sedangkan teknis gerakan Shalat terjadi pagi hari setelah peristiwa Isra' - Miraj', Malaikat Jibril memberi contoh gerakan shalat yang dilaksanakan umat Islam sampai hari ini. Seperti yang ditulis dalam sebuah Hadish :

Dari Abu Mas’ud r.a. katanya : Rasulullah Saw bersabda :" turun Jibril, lalu dia menjadi imam bagiku Dan aku sholat bersamanya, kemudian aku sholat bersamanya, lalu aku sholat bersamanya dan aku sholat bersamanya dan aku sholat bersamanya Nabi menghitung dengan lima anak jarinya – Hadis Riwayat Muslim[9]

Sejarah Islam juga menyebutkan bahwa sebelum peristiwa Isra' - Miraj terjadi, Muhammad juga melakukan shalat. Sebelum Muhammad terangkat di langit ke-7 yaitu ketika tiba di Baitul maqdis ( Masjidil Aqsha ) telah melakukan shalat berjamaah dengan para Nabi. Walupun kisah ini menjadi pertanyaan besar karena Baitul maqdis ( Masjidil Aqsha ) baru dibangun pada tahun 637 Masehi pada masa pemerintahan Khalifah umar bin khatab. Pada tahun tersebut Muhammad sudah Almarhum. Tetapi karena ini adalah sebuah doktrin / kepercayaan oke-lah kita masukkan dalam sejarah walupun diragukan kebenarannya. 

Hadish juga mengungkapkan bahwa Syariah Shalat telah dilakukan sebelum Muhammad melakukan Isra' - Miraj seperti dalam :
Pernahkah anda membaca surat ini (surat Al-Muzammil)? Sesungguhnya Allah mewajibkan shalat malam seperti di awal surat ini. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya melaksanakan shalat malam selama setahun, sampai kaki mereka bengkak, dan Allah tidak turunkan ayat-ayat akhir surat ini selama 12 bulan. Kemudian Allah menurunkan keringanan untuk shalat malam seperti disebutkan pada akhir surat ini, sehingga shalat malam hukumnya anjuran, setelah sebelumnya kewajiban. (HR. Nasai 1601, Ibnu Khuzaimah 1127).

Nabi itu mengajarkan, “Beribadahlah kepada Allah semata dan jangan menyekutukannya dengan sesuatu apapun, tinggalkan apa yang menjadi ajaran nenek moyang kalian. Dia memerintahkan kami untuk shalat, zakat, bersikap jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari 7 dan Muslim 1773)

Yang kami ketahui, tidak terdapat keterangan yang shahih maupun hasan yang menjelaskan tata cara shalat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum persitiwa isra’ mi’raj. Dan tahu masalah ini tidak memberikan banyak manfaat. Karena kita beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang Allah perintahkan untuk kita, dan yang sudah ditetap dalam syariat setelah sempurna. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 41207).
Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/28523

Sedangkan apa saja yang melatar-belakangi shalat 5 waktu selain terjadinya tawar menawar antara Muhammad dengan Allah tidak kami temukan dalam Al Quran. Mengapa waktu pelaksanaan shalat seperti yang terjadi sampai saat ini; Misalnya : mengapa shalat subuh dilakukan sebelum terbitnya matahari, atau mengapa shalat Dzuhur dilakukan tengah hari atau mengapa shalat maghrib dilakukan setelah matahari terbenam tidak kami temukan dalam Al Quran. Walupun ada beberapa asumsi yang menjelaskannya seperti Shalat subuh dilakukan pertama kali oleh Nabi Adam ; Shalat dzuhur dilakukan pertama kali oleh Nabi Ibrahim ; Shalat Ashar dilakukan pertama kali oleh Nabi Yunus ; Shalat Magrib pertama kali dilakukan oleh Nabi Isa; Shalat Isya dilakukan oleh Nabi Musa. Cerita -cerita tersebut kami anggap sebagai asumsi belaka karena tidak secara jelas tertulis dalam Al Qur'an.
Shalat islam sebenarnya contekan dari shalat Kristen. Karena islam diyakini tadinya adalah salah satu  sempalan sekte Kristen Syria, yang dianggap bidah oleh Kristen Roma dan Yerusalem dan Aleksandria / koptik. Berikut ini adalah kemiripan shalat agama Islam dengan shalat agama Kristen Ortodoks Syria. Waktu sholat bukan 5 kali sehari tetapi 7 kali sehari seperti yang tertulis dalam Alkitab Mazmur 119:164 " Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. " . Berikut adalah waktu shalat dan latar belakang dilaksanakannya waktu tersebut :
  1. Shalat / ibadat pagi ( sebelum matahari menyingsing ), merupakan tradisi Yahudi berdasarkan Keluaran 29:38-41  ( ibadat korban pagi dan petang )
  2. Shalat jam ke-3 ( sekitar pukul 09.00 - 11.00 ; pagi ). dalam islam Shalat Dhuha ( bukan shalat wajib ) oleh berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 2:1,15 yang mempunyai pengertian penyaliban Yesus dan juga turunnya Sang Roh Kudus (Markus .15:25; Kisah Para Rasul .2:1-12,15)
  3. Shalat Jam Keenam ( sekitar pukul 12.00 - 13.00 / tengah hari ) dalam Islam Shalat Dzuhur merupakan peringatan akan penderitaan Yesus Kristus di kayu salib ( Lukas.23:44-45)
  4. Shalat Jam Kesembilan ( sekitar pukul 15.00 - 16.00 ) dalam Islam Shalat Asyar adalah untuk mengingatkan saat Kristus menghembuskan nafas terakhirNya di atas salib ( Markus.15:34-37), sekaligus untuk mengingatkan bahwa kematian Kristus di atas salib adalah untuk menebus dosa-dosa, agar manusia dapat melihat dan merasakan rahmat Ilahi
  5. Shalat Senja ( sekitar pukul 18.00 ) dalam Islam Shalat Maghrib merupakan tradisi Yahudi yang sama seperti sholat jam pertama, sholat ini dilatar belakangi oleh ibadah korban pagi dan petang yang terdapat dalam Kitab Keluaran 29:38-41
  6. Shalat Purna Bujana ( sekitar pukul 20.00 - 24.00 WIB ) dalam Islam Shalat Isya terinspirasi pada Mazmur 4 : 9
  7. Shalat Tengah Malam dalam Islam dikenal sebagai Shalat Tahajjud, terinspirasi oleh ayat Alkitab pada Matius 24:42Lukas.21:26Wahyu 16:15
    Sumber : http://kursusislam.wordpress.com/2011/06/22/membedah-asal-usul-shalat/

Bagaimana gerakan shalat yang dicontohkan oleh Malaikat Jibril kepada Muhammad pada saat pagi hari setelah peristiwa Isra' - Miraj seperti yang dilakukan umat Islam sampai pada hari ini. Kami mencoba mencari dan menelusuri sejarah gerakan tersebut seperti yang tertulis dalam Alkitab. Tentu saja penelusuran kami ini sifatnya hanya sebatas asumsi belaka. Karena Alkitab tidak menyatakan secara tertulis bahwa orang - orang percaya yang tertulis dalam Alkitab melakukan gerakan shalat. Hal inilah yang melatar belakangi kami menyatakan bahwa hal tersebut adalah asumsi - asumsi belaka. Silahkan anda baca asumsi tersebut karena memang jika dihubungkan dan dikaitkan dengan gerakan shalat umat Islam ada keterkaitan.
Kami menemukan beberapa ayat yang bisa di asumsikan sebagai gerakan shalat. Berikut ini adalah hasil penelusuran kami.




GERAKAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN

1. Keluaran 17 : 11 " Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek."
Kisah mengangkat tangan yang pernah terjadi pada masa nabi Musa adalah ketika bangsa Israel melawan bangsa Amalek yang secara jumlah lebih banyak dari pasukan bangsa Israel, atas kehendak Allah terjadi mujizat dimaka ketika tangan Musa terangkat maka bangsa Israel lebih kuat dan ketika tangan Musa turun bangsa Israel menjadi lemah. Hal ini disaksikan oleh Harun dan Hur. ( Keluaran 17 :12 )

2. Imamat 9 : 22 " Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka, kemudian turunlah ia, setelah mempersembahkan korban penghapus dosa, korban bakaran dan korban keselamatan. "
Gerakan mengangkat kedua tangan yang dilakukan oleh Harun setelah dia selesai melakukan ibadat persembahan korban bakaran untuk penghapusan dosa serta korban bakaran dan korban keselamatan untuk bangsa Israel dan untuk diri Harun ( Imamat 9:2 & 3 ). Ibadat ini adalah ibadat yang diperintahkan oleh Allah melalui Musa untuk korban penghapus dosa dan korban bakaranmu, dan adakanlah pendamaian bagimu sendiri dan bagi bangsa itu ( Imamat 9 : 7 )

3. Ulangan 32 : 40 " Sesungguhnya, Aku mengangkat tangan-Ku ke langit, dan berfirman: Demi Aku yang hidup selama-lamanya, "
Ulasan lengkapnya adalah Lihatlah sekarang, bahwa Aku, Akulah Dia. Tidak ada Allah kecuali Aku. Akulah yang mematikan dan yang menghidupkan, Aku telah meremukkan, tetapi Akulah yang menyembuhkan, dan seorangpun tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku. Sesungguhnya, Aku mengangkat tangan-Ku ke langit, dan berfirman: Demi Aku yang hidup selama-lamanya, apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku. Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan, dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang. Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya." ( Ulangan 32 : 39-43 )

5. Nehemia 8 : 7 " Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: "Amin, amin!", sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah.

6. Mazmur 28 : 2 " Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.

7. Lukas 24 50. Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.


Gerakan mengangkat tangan dalam Alkitab menggambarkan :
  1. Mengangkat tangan berarti penyertaan Tuhan ketika terjadi perang antara Israel dan Amalek, ketika Musa mengangkat tangannya maka kuatlah bangsa Israel dan jika tangannya diturunkan bangsa Israel menjadi lemah. ( Keluaran 17 : 11 )
  2. Mengangkat tangan berarti tanda memberkati / merestui ( Imamat 9 :22 dan Lukas 24 : 50 )
  3. Mengangkat tangan menunjukkan kebesaran kuasa Allah, dan Allah sendiri yang berfirman (Ulangan 32 : 40 )
  4. Mengangkat tangan berarti bentuk kegembiraan dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan (Nehemia 8 : 7 )
  5. Mengangkat tangan berarti meminta pertolongan / bantuan atau tanda penyerahan dan ketidak berdayaan ( Mazmur 28 :2 )
 

RUKUK / RUKU'

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata " Rukuk " berarti sikap membungkuk pada waktu salat, dengan tangan ditekankan/ bersandar di lutut sehingga punggung dan kepala sama rata ; (membungkukkan badan dengan telapak tangan meraih / bersandar pada lutut ( condong 90 derajat ).





I Raja - Raja 18:42 " Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya. "
Nabi Elia melakukan Rukuk seperti Ayat I Raja - Raja 18:42 diatas sangat jelas bahwa gerakan ruku dilakukan oleh Nabi Elia ketika beribadah kepada Allah di Gunung Karmel. Gambaran penjelasan tentang kalimat " membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lutunya " bisa jadi memiliki gerak yang berbeda dengan gerakan " rukuk " pada gerakan shalat . Tetapi jika kalimat tersebut di terjemahkan sebagai bentuk gerakan " rukuk " juga tidak salah. Yang membuat kami berasumsi bahwa gerakan ibadat yang dilakukan Nabi Elia diatas gunung Karmel adalah gerakan " rukuk " seperti pada gerakan shalat agama Islam adalah terdapat kata " membungkuk " dan kata " mukanya diantara kedua lutut ".

Markus 1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.

Amsal 12:25. Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia.

Alkitab menulis bahwa Rukuk dilakukan oleh Nabi Elia ketika dia naik ke gunung Karmel untuk beribadat kepada Allah. Alkitab juga menjelaskan bahwa membungkuk memiliki pengertian menghormati Allah dan merendahkan diri dihadapan Tuhan; sikap bungkuk juga bisa diartikan siap melayani Allah. Dalam Kitab Amsal digambarkan bahwa kekuatiran di hati dapat membungkukkan orang atau dengan kata lain dapat membuat orang rendah diri ( minder ).

Alkitab juga menuliskan bahwa dalam melakukan ibadat kepada Allah maka hendaklah selalu terfokus kepada Allah, tidak melihat kemana - mana seperti yang tertulis pada Ulangan 4:19 " dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka,"


SUJUD

Sujud memiliki makna berlutut serta meletakkan dahi ke lantai (misalnya pada waktu salat); dan merupakan pernyataan hormat dengan berlutut serta menundukkan kepala sampai ke tanah. Kata ber·su·jud memiliki arti membungkuk dengan meletakkan dahi ke lantai dan bertelekan dengan kedua belah tangan; Kata yang setara dengan kata sujud adalah kata sembah. Kamus besar bahasa indonesia menyatakan bahwa kata sembah memiliki arti 
1 pernyataan hormat dan khidmat (dinyatakan dengan cara menangkupkan kedua belah tangan atau menyusun jari sepuluh, lalu mengangkatnya hingga ke bawah dagu atau dengan menyentuhkan ibu jari ke hidung ) mengangkat -- , menghormat dengan sembah; 
2 kata atau perkataan yang ditujukan kepada orang yang dimuliakan: demikianlah -- Hang Tuah; berdatang -- , datang seraya berkata dengan hormatnya;
-- simpuh hormat dng penuh takzim;
-- sujud hormat dan khidmat; penghormatan;
-- sungkem sembah dan sujud: ia melakukan -- sungkem sambil menangis di hadapan orang tuanya;
3. menghormati dengan mengangkat sembah ; 
4. memuja (sesuatu sebagai Tuhan atau dewa): 
5. mengaku di bawah perintah; takluk 
6. berdiri lalu menunduk sambil menyembah; sujud duduk lalu membungkuk sambil menyembah; 
7. pujaan; yg disembah (dipuja); 
8. menyembahkan; memberikan sbg persembahan;

Banyak sekali ayat- ayat dalam Alkitab yang menuliskan tentang melakukan gerakan sujud kepada Allah , sujud kepada manusia ( raja / penguasa ), sujud kepada patung dan sujud kepada apa saja yang ada di bumi. Gerakan sujud dapat diartikan sebagai bentuk menyembah kepada sesuatu yang membuat seseorang melakukan gerakan sujud. Gerakan sujud secara kasat mata sebagai bentuk menyembah, walaupun mungkin hatinya berkata lain, tetapi dengan gerakan sujud maka secara fisik dia / orang yang melakukan gerakan sujud menyembah sesuatu yang membuat dia melakukan gerakan sujud. 

Berdasarkan penelusuran kami telah menemukan beberapa kata dalam Alkitab terkaid dengan kata sujud yang berarti menyembah kepada Allah. Kata / kalimat yang menuliskan tentang penyembahan kepada berhala atau manusia tentu kami abaikan. Berikut ini adalah hasil penelusuran kami.

Kejadian 17 : 2 -6 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak." Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya: Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

Kejadian 19:1. Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Kejadian 24:52 Ketika hamba Abraham itu mendengar perkataan mereka, sujudlah ia sampai ke tanah menyembah TUHAN.

Kejadian 24:26 & 27 " Lalu berlututlah orang itu dan sujud menyembah TUHAN, serta berkata: "Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih-Nya dan setia-Nya dari tuanku itu; dan TUHAN telah menuntun aku di jalan ke rumah saudara-saudara tuanku ini!"

Kisah ini terjadi ketika bujang ( pembantu ) Abraham mendapat perintah dari Abraham untuk mencarikan Istri bagi Ishak di tanah kelahirannya . Ketika bertemu dengan Ribka dan melakukan seperti yang menjadi tanda bagi bujang Abraham bahwa gadis Ribka adalah jodoh bagi Ishak. Si bujang Abraham bersujud menyembah TUHAN Abraham dan memuji dan memuliakan TUHAN Allah Abraham.

Keluaran 24:1. Berfirmanlah Ia kepada Musa: "Naiklah menghadap TUHAN, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.

Keluaran 33 : 10 Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya.

Keluaran 34:8 & 9 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah serta berkata: "Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu."

Hal tersebut terjadi karena Allah berfirman kepada Musa untuk naik ke atas Gunung Sinai pagi - pagi sekali untuk menghadap Allah. Hal ini dilakukan supaya Musa memahat kedua Loh Batu yang berisi 10 hukum Tuhan. Musa mendapat perintah untuk memahat kedua Loh Batu karena loh batu yang ditulis sendiri oleh Allah telah dipecahkan oleh Musa ketika musa Turun dari Gunung Sinai dan melihat bangsa Israel menyembah patung anak lembu dari emas. 

Keluaran 34:2 Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu.

Bilangan 20:6 Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Ulangan 9:23 - 26 " Dan ketika TUHAN menyuruh kamu pergi dari Kadesh-Barnea dengan berfirman: Majulah dan dudukilah negeri yang Kuberikan kepadamu itu, maka kamu menentang titah TUHAN, Allahmu; kamu tidak percaya kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara-Nya. Bahkan kamu menentang TUHAN, sejak aku mengenal kamu. Maka aku sujud di hadapan TUHAN--empat puluh hari empat puluh malam lamanya aku sujud--,karena TUHAN telah berfirman akan memunahkan kamu, dan aku berdoa kepada TUHAN, kataku: Ya, Tuhan ALLAH, janganlah musnahkan umat milik-Mu sendiri, yang Kautebus dengan kebesaran-Mu, dan yang Kaubawa keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.

Yosua 5:14 & 15 " Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian.

Hakim - Hakim13:20 - 21 " Sedang nyala api itu naik ke langit dari mezbah, maka naiklah Malaikat TUHAN dalam nyala api mezbah itu. Ketika Manoah dan isterinya melihat hal ini, sujudlah mereka dengan mukanya sampai ke tanah. Sejak itu Malaikat TUHAN tidak lagi menampakkan diri kepada Manoah dan isterinya. Maka tahulah Manoah, bahwa Dia itu Malaikat TUHAN.
Nabi Elia 

I Raja Raja 18:38-39 " Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"

II Raja Raja 2:15 " Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia, lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah."

I Tawarikh 16:28-29 " Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan. "
II Tawarikh 20:18 " Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. "

Ayub 1:20.-22 " Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Mazmur 29:2 " Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! "

Mazmur 66:3-4 " Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu."

Mazmur 95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

Mazmur 96:9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!

Yeremia 7:2 "Berdirilah di pintu gerbang rumah TUHAN, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman TUHAN, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada TUHAN!

Ayat - ayat diatas dengan jelas memberikan pengertian dan gambaran apa yang dimaksud dengan sujud.



ARAH KIBLAT

Mengenai arah kiblat , Alkitab pada perjanjian lama dan perjanjian baru juga menuliskan kearah mana kiblat saat melakukan ibadat. Secara garis besar arah kiblatnya adalah kepada Allah sendiri. Pada ayat ayat yang kami tuliskan diatas menjelaskan bahwa arah kiblat ibadat adalah hanya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Arah kiblat yang sama yaitu kepada Allah tetapi pada beberapa ayat dalam perjanjian lama menyebutkan bahwa arah kiblat adalah Bait Allah / Rumah Allah. Anggapan ini terinspirasi oleh sebuah lokasi bangunan dimana dipercaya oleh masyarakat Yahudi bahwa dimana ada Bait Allah maka di situ Allah hadir, anggapan ini oleh Yesus Kristus di tegaskan bahwa Bait Allah bukan sekedar bangunan saja tetapi Bait - Bait Allah adalah tubuh jasmani kita. Asumsi kami adalah Muhammad memegang anggapan seperti yang tertulis dalam perjanjian lama yaitu Bait Allah adalah sebuah bangunan yang di bangun oleh Salomo yang berada di Yerusalem. Itu sebabnya sebelum Muhammad hijah ke Madinnah ketika shalat di kabah pada Rukun / sudut Yamani yaitu menghadap arah kabah dan arah Bait Allah di Yerusalem sekarang Negara Palestina . Untuk lebih jelasnya dibawah ini kami sertakan ayat ayat yang kami maksudkan. Baca juga artikel kami tentang perubahan arah kiblat atas inisiatif Muhammad

Arah kiblat menurut Perjanjian Lama adalah bangunan Bait Allah

Mazmur 5:8 & 9 " Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku."

Mazmur 138:2 " Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. "

Yesaya 27:13 " Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup, dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem."

Dalam perjanjian baru seperti ayat ayat tersebut diatas menyatakan bahwa arah kiblat adalah bait Allah di Gunung yang Kudus di Yerusalem. Adalah mengarah pada suatu tempat di Yerusalem. Jika diterlusuri dengan lebih mendalam Bait Allah yang dimaksud adalah Bait Allah yang dibangun oleh Salomo anak Daud.


Arah Kiblat menurut Perjanjian Baru adalah didalam Yesus Kristus dan ada pada tubuh kita

Perjanjian baru menjelaskan bahwa Bait Allah adalah Yesus Kristus Sendiri dan beberapa ayat lainnya juga menjelaskan bahwa apabila kita mengaku bahwa Yesus adalah Kristus maka yang mengaku itu bukan manusia tetapi Roh Allah yang tinggal didalam diri manusia. Karena hal itulah maka beberapa ayat menjelaskan bahwa tubuh kita adalah Bait Allah. Maka secara jelas perjanjian lama mengatakan bahwa kiblat orang percaya adalah kepada Yesus Kristus dan Roh Kudus didalam Yesus Kristus ada pada setiap orang yang percaya. Sehingga arah kiblat orang percaya ada pada diri manusia itu sendiri yaitu didalam Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita.
Untuk lebih jelasnya dibawah ini kami sertakan ayat - ayat yang menjadi dasar kami dalam menulis pernyataan diatas. Berikut adalah ayat - ayat yang kami maksud :

Yohanes 2:19- 21 " Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

Efesus 2:18 - 22 " karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

I Korintus 3:16, 17 ". Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.

II Korintus 6:16 " Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. "


Semoga bermanfaat
Dwi Hartoyo , SP


Ada 7 Roh Allah yang diutus ke Bumi

ADA 7 ROH ALLAH YANG DI UTUS KE DUNIA
Oleh : Dwi Hartoyo, SP

Pada beberapa waktu yang lalu ada pertanyaan besar dalam diri kami terkait adanya7 Roh Allah yang diutus ke bumi seperti yang tertulis dalam Kitab Wahyu ( Wahyu 3:1 ; Wahyu 4:5 dan Wahyu 5:6 ), karena perasaan ingin tahu yang haus untuk dipuaskan; kami mencoba mencari jawaban tersebut dengan berdiskusi , mencari artikel- artikel terkait di google dan mencari keterkaitan ayat tentang Roh Allah dalam Alkitab serta mencoba menyederhanakan kalimatnya dan menghubungkan dengan " kearifan lokal " ( Aliran-aliran kepercayaan / ilmu kebatian khususnya di Indonesia ( Jawa ) tentang " Candra Jiwa Indonesia "/ Candra Jiwa Soenarto ) . Dari hasil penelusuran terdapat garis terang penjelasan tentang 7 Roh Allah yang diutus ke bumi. Dari pencarian tersebut kami bisa mengambil kesimpulan bahwa pengertian dan pemahaman tentang 7 Roh Allah mengerucut dan memiliki kesamaan satu dengan yang lain ( Alkitabiah dan kearifan lokal ) , walaupun masih terdapat perbedaan tetapi tidak prinsip.
Hasil temuan & perenungan kami tersebut kami sampaikan dalam artikel ini, mudah-mudahan memberikan manfaat dan faedah bagi orang lain yang saat ini juga sedang haus mencari kebenaran tentang Allah.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas maka kami mencoba tahap - demi tahap dari awal muncul kehausan sampai kami menemukan jawaban yang membuat kami terpuaskan. Hal ini menurut kami sangat penting karena dengan mengetahui prosesnya, anda & pembaca artikel ini bisa lebih memahami maksud dan arah temuan kami. Dengan harapan kehausan anda bisa terpenuhi sehingga membuat anda semakin memahami " Karsa dan Karya Tuhan Allah ".
Sebelum membahas lebih lanjut tentang 7 Roh Allah yang diutus ke Bumi, ada sebuah hubungan pemahaman tentang penciptaan Allah atas alam semesta sebagai wujud karya Allah dan tentang Pribadi Allah ( Alkitabiah ) dengan pemahaman tentang " Candra Jiwa " pada diri manusia yang juga akan kami jelaskan dalam atikel ini. Dengan mempertimbangkan bahwa Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa Allah sendiri ( Kejadian 1 : 26 - 27 ). Dan menurut beberapa artikel angka 7 adalah angka penyempurnaan karena selama 6 hari lamanya Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya, dan pada hari yang ke-7 Allah berhenti berkarya. Pada hari yang ke-7 Allah memberkati dan menguduskan semua ciptaanNya ( Kejadian 2 : 3 ). Dasar Alkitab inilah yang menjadi acuan bahwa angka 7 adalah angka penyempurnaan.

Memahami Roh Allah berdasarkan Alkitab
Perihal " Roh Allah "Alkitab menuliskan kata " Roh Allah " sebanyak 31 ayat ( perjanjian lama dan perjanjian baru ). Kata Roh Allah dalam Alkitab ditulis pertama kali dalam Kejadian 1 ayat 2 yang tertulis " Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air ". Dan kata Roh Allah yang terakhir terdapat pada kitab Wahyu 5 : 6 yang demikian " Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi " . Dari ayat pertama dan ayat terakhir yang menuliskan tentang Roh Allah ada pertanyaan besar : Jika Roh Allah pada awal mulanya adalah satu dan Dia adalah Allah sendiri, kenapa pada akhir ayat Alkitab ( Kitab Wahyu ) terdapat 7 ( tujuh ) Roh Allah yang diutus ke Bumi ? Apakah ke-7 Roh Allah ini juga merupakan pribadi -pribadi Allah sendiri atau itu hanya sebuah perumpamaan atau simbol ? Atau dari Satu ( 1 ) menjadi Tujuh ( 7 ) apakah dalam rangka pembagian Tugas ? ( rupa-rupa karunia ). Apa saja ke tujuh ( 7 ) Roh Allah itu ? Atau apakah ke tujuh Roh Allah ini memberikan pemahaman dan pengertian sendiri - sendiri sebagai wujud banyaknya agama - agama di muka bumi ini ? dan masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang sedang kami cari jawabannya. Mudah - mudahan para pembaca tidak bingung atau dibingungkan oleh pertanyaan - pertanyaan diatas. Sebenarnya pertanyaan tersebut adalah pergumulan yang kami alami dalam proses mencari jawaban.

Menurut Alkitab ada sebanyak 31 ayat yang memuat kata Roh Allah memberikan gambaran bahwa yang dimaksud Roh Allah adalah Roh yang berasal dari Allah sendiri, dan Roh itu adalah Allah ( II Korintus 3 : 17 ), dan Roh Allah ini lah yang memberi hidup.
Gambaran mengenai Roh Allah seperti yang tertera dalam Alkitab sebagai berikut : Seseorang bisa dipenuhi dengan Roh Allah sehingga orang tersebut menerima karunia dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, ( Kel 31 : 3 & Kel 35 : 31 ; I Korintus 2 : 14 ; I Korintus 12 : 7-11 ), Roh Allah memberikan penglihatan-penglihatan dari rencana Allah ( Yehezkiel 11:24 ) . Dengan kata lain dipenuhi dengan Roh Allah bisa diartikan " dihinggapi oleh Roh Allah " ( Bil 24 : 2 ; I Samuel 19:20 & 23; ). Alkitab juga menjelaskan bahwa nabi juga kepenuhan dengan Roh Allah dalam diri Saul ( I Samuel 10:10 ), dalam diri Azarya bin Oded ( II Tawarikh 15:1 ). Ketika seseorang di penuhi / dihinggapi oleh Roh Allah maka Roh Allah akan menguasai orang tersebut ( I Samuel 11:6 ;II Tawarikh 24 : 20). Menurut Ayub 33:4 menuliskan bahwa Roh Allah yang membuat Ayub tetap hidup.
Dalam Matius 3:16 Roh Allah seperti burung merpati sesaat setelah Yohanes membaptis Yesus. Roh Allah juga memiliki kuasa untuk mengusir setan ( Matius 12:28 ). Roh Allah sama dengan Roh Kristus juga sama dengan Roh Kudus adalah satu ( Roma 8:9 & I Korintus 12 : 3 & Yohanes 4 : 2 ) yang menjelaskan bahwa manusia tidak hidup dalam kedagingan tetapi hidup di dalam Roh / Roh Allah tidak bersifat lahiriah ( Filipi 3 : 3 ) . Dan Setiap orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah ( Roma 8 :14 ). Roh Allah mengetahui kehendak / tentang Allah ( I Korintus 2 : 11 ). Roh Allah menguduskan dan membenarkan ( I Korintus 6 : 11 ) serta memerdekakan ( II Korintus 3 : 17 ) ; Roh Allah seperti tersebut diatas tinggal di dalam setiap manusia ( I Korintus 3 : 16 ).
Dan Roh Allah menurut Kitab Wahyu ( Wahyu 3:1 ; Wahyu 4:5 dan Wahyu 5:6 ) menjelaskan ada 7 ( tujuh ) Roh Allah yang diutus ke bumi. Sebetulnya dari pemahaman tentang Roh Allah seperti yang kami jelaskan diatas bisa diambil kesimpulan seperti apa Roh Allah itu menurut Alkitab. Bagaimana Roh Allah bekerja dan berkarya bagi dunia ini juga sudah terjelaskan. Pemahaman mengenai ke-7 ( tujuh ) Roh Allah juga tergambarkan dengan pengertian tentang " Karunia Roh Kudus " - " tentang " Buah-Buah Roh " . Apakah ketujuh ( 7 ) Roh Allah tersebut merupakan rupa-rupa karunia tetapi satu Roh atau rupa rupa pelayanan tetapi satu Tuhan atau berbagai-bagai perbuatan ajaib tetapi satu Allah yang mengerjakannya ( I Korintus 12 : 4,5,6 ).
Bentuk karunia Roh Kudus seperti yang tertulis dalam I Korintus 12 : 7-11 yaitu Roh Hikmat ( berkata - kata dengan hikmat ), Roh Pengetahuan ( berkata - kata dengan pengetahuan ), Roh yang memberikan iman, Roh yang memberikan karunia untuk menyembuhkan, Roh yang memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, Roh yang memberikan karunia untuk bernubuat, Roh yang membedakan bermacam-macam roh, Roh yang memberikan seseorang berkata-kata dalam bahasa roh, Roh yang memberikan seseorang untuk menafsirkan bahasa roh.
Gambaran lain dalam penjelasan tentang buah -buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.( Galatia 5:22-23 ).
Kita bandingkan rupa - rupa Roh Allah seperti yang tertulis dalam Yesaya 11 : 2 -9 dan Yesaya 4 : 4 yaitu :
Yesaya 11 :2-9
Yesaya 4 : 1-6 & Yesaya 11-2-9
  1. Roh Takut akan Tuhan
  2. Roh Keperkasaan
  3. Roh Kesalehan ( kesenangannya adalah takut akan Tuhan )
  4. Roh Nasehat
  5. Roh Pengenalan akan Tuhan
  6. Roh Pengertian
  7. Roh Kebijaksanaan
  1. Roh Pengenalan dan takut akan Tuhan
  2. Roh Keperkasaan
  3. Roh Nasehat
  4. Roh Pengertian
  5. Roh Hikmat
  6. Roh yang membakar ( memurnikan )
  7. Roh yang mengadili
Apakah memang hal tersebut diatas yang dimaksud dengan 7 Roh Allah yang diutus ke Bumi ? Mari kita bandingkan dengan pasal - pasal dalam Kitab Wahyu. Ini kami sampaikan dengan alasan dalam Kitab Wahyu 1 : 20 mengatakan jawaban pertanyaan -pertanyaan diatas. " Dan rahasia ketujuh bintang yang telah kaulihat pada tangan kanan-Ku dan ketujuh kaki dian emas itu: ketujuh bintang itu ialah malaikat ketujuh jemaat dan ketujuh kaki dian itu ialah ketujuh jemaat." ( Efesus , Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laokidia ). Kalimat tersebut menurut kami secara tidak langsung menjelaskan apa saja maksud dari 7 Roh Allah yang di Utus ke Bumi. Mari kita pelajari karakteristik dari tiap tiap malaikat 7 jemaat dan karakteristik dari 7 jemaat sendiri . Berikut ini yang bisa kami jelaskan :
Malaikat & Jemaat
Karakteristik
Keterangan
1. Jemaat Efesus Tekat yang kuat, Tekun ,Emosi tidak stabil ( tidak sabar dan terkadang sabar) , menguji / mencobai, kuat menderita, meninggalkan kasih yang semula, Wahyu 2 : 1-7
2. Jemaat Smirna Menderita kesusahan dan kemiskinan , di fitnah, menerima pencobaan dari iblis, Wahyu 2 : 8-11
3. Jemaat Pergamus Tinggal di tahta iblis , beriman kepada Tuhan, Cuwek / acuh , tipu muslihat ( beriman kepada Tuhan dan kepada berhala dan ajaran sesat), Wahyu 2 : 12-17
4. Jemaat Tiatira Kasih, iman kepada Tuhan, tekun, acuh/ tidak peduli (membiarkan orang lain tersesat), berbuat zinah, tidak mau bertobat, Secara jasmani melakukan perbuatan -perbuatan baik tetapi hatinya berbeda dari perbuatannya. Wahyu 2 : 18-29
5. Jemaat Sardis Hidup secara fisik tetapi mati dihadapan Allah, Pekerjaan -pekerjaan yang dilakukan tidak sempurna di hadapan Allah. ( Banyak melakukan perbuatan-perbuatan tetapi apa yang mereka lakukan tidak berkenan kepada Allah ) Wahyu 3 :1-6 )
6. Jemaat Filadelfia Allah membuka pintu untuk mereka, kekuatannya tidak seberapa, taat kepada Firman Allah, Tidak menyangkal nama Allah, Allah akan menyerahkan jemaat iblis, dikasihi oleh Allah, tekun menantikan kedatangan Allah, mendapat perlindungan dari Allah, Wahyu 3: 7-3
7.Jemaat Laodikia Tidak dingin dan tidak panas (suam-suam kuku / diantara), angkuh, sombong, berbicara / berbuat tidak sesuai dengan kenyataannya (dusta),dibutakan ( mereka melihat tetapi mereka sulit melihat yang sebenarnya ), mudah patah arang / tidak tahan menerima pencobaan. Wahyu 3:14-23
Perhatikan karakteristik dari tiap - tiap jemaat ( 7 Malaikat dan 7 Jemaat ) kemudian bandingkan dengan rupa - rupa Roh Allah tertulis dalam Yesaya 11 : 2 -9 dan Yesaya 4 : 4 seperti yang sudah kami tulis diatas. Bukankah ada kemiripan karakter ?
Untuk lebih memudahkan anda ( para pembaca ) untuk memahami kami mengajak anda untuk membandingkannya dengan " Candra Jiwa " yang merupakan kearifan lokal Indonesia ( Jawa ).

Membandingkan Pemahaman Roh Allah berdasarkan " Candra Jiwa " ( Kearifan Lokal Indonesia / Jawa )
Mengapa kami mencoba membandingkan pemahaman tentang 7 Roh Allah yang diutus ke Bumi seperti tertuang dalam kitab Wahyu dengan pemahaman tentang " Candra Jiwa " yang merupakan hasil perenungan para leluhur bangsa Indonesia khususnya di Jawa. Kami mencoba menghubungkan Maha Karya Allah atas seluruh alam semesta yang juga tergambar / tercermin dalam Karya Allah pada mahluk hidup khususnya manusia.
Walaupun bersifat lokal atau bukan ilmu impor dari timur tengah seperti yang tertuang dalam Alkitab. Mengapa kami bilang demikian ? karena mau atau tidak mau ; langsung maupun tidak langsung penganut agama " Samawi " ( Yahudi, Kristen, Katholik, Islam ) terpengaruh oleh budaya dan kebiasaan masyarakat timur tengah ( bangsa Israel ). Dimana kita ketahui bahwa kebiasaan yang menciptakan budaya dipengaruhi oleh banyak faktor semisal faktor Thopography ( Geografi ), keadaan alam dan lingkungan, keadaan sosial masyarakat dan lain -lain. Dimana keadaan tersebut berbeda antara daerah Timur Tengah dengan wilayah di Indonesia. Bahkan budaya dalam satu kawasan ternyata juga memiliki perbedaan apalagi budaya dari tempat yang jauh ( Timur Tengah ). Sebagai contoh menurut budaya ketimuran khususnya budaya Jawa terdapat aturan tentang sopan santun " unggah ungguh " dalam bermasyarakat dan budaya tersebut menjadi peraturan tidak formal oleh masyarakat tersebut. Dan tidak jarang aturan yang dipandang baik oleh suatu masyarakat justru menjadi hal yang tabu menurut adat budaya masyarakat lainnya.
Kondisi tersebut juga harus disadari dan dipahami oleh pemeluk agama " Samawi " sehingga kita bisa lebih bijak menyingkapi sebuah ayat suci dengan mamahami latar belakang munculnya ayat tersebut. Dengan demikian para penganut ajaran - ajaran tersebut tidak menerima / makan mentah - mentah sebuah ajaran. Tetapi menganalisa dan merenungkannya karena pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan memiliki kelebihan dari mahluk ciptaanNya yang lain yaitu manusia diberi kemampuan untuk berfikir dan membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Baiklah sekarang kita mencoba memahami tentang kearifan lokal seperti yang tertuang dalam " Candra Jiwa " orang - orang jawa yang menjadi pedoman dan membentuk aliran - aliran kepercayaan pada masyarakat Jawa. Dimana setelah kami renungkan dan kami analisa memiliki bentuk yang serupa dengan penjelasan kami sebelumnya tentang 7 Roh Allah yang diutus ke Bumi menurut Alkitab. Bahkan kami juga bisa menghubungkannya dengan ayat - ayat Alkitab. Hal ini menjadi bukti bahwa ada kesamaan sumber inspirasi munculnya ajaran / pemahaman yang tertuang dalam " Candra Jiwa " dari orang -orang Jawa. Di Pulau Jawa sendiri terdapat banyak sekali aliran - aliran (Kejawen) yang masing - masing aliran memiliki pemahamannya sendiri ! perbedaan masih tetap ada tetapi tidak prinsip. Yang membedakan adalah penjabaran / uraian sebagai contoh misalnya penjabaran dari hawa Nafsu Lauwamah / nafsu daging. Ada yang menggabungkan unsurnya dan ada yang dipisah seperti nafsu makan , minum, tidur, sahwat dll dikelompok -lompokkan lagi dalam sub Nafsu tetapi ada aliran yang berpandangan sebagai satu nafsu yaitu nafsu Lauwamah / nafsu daging.
Kami mencoba memahmi tentang 7 Roh Allah yang diutus ke dunia kami coba refleksikan kedalam diri manusia. Karena menurut Alkitab bahwa manusia diciptakan oleh Allah seturut dengan gambar dan rupa Allah sendiri ( Kejadian 1 : 26 -27 ). Berdasarkan candra jiwa yang telah ditemukan oleh para leluhur orang - orang di pulau Jawa menjabarkan terciptanya mahluk hidup terkhusus manusia terurai dari beberapa unsur dasar penciptaan oleh Allah yaitu dari unsur tanah, unsur air, unsur api, unsur udara atau nafas atau unsur suasana, dari unsur cipta, dari unsur nalar dan dari unsur pengertian. Unsur - unsur tersebut membentuk nafsu - nafsu ( hawa nafsu ) yang selalu ada pada diri manusia. Untuk lebih jelasnya kami mencoba menyederhanakannya seperti dalam tabel di bawah ini :
Urutan
Unsur
Organ Tubuh
Sifat / Karakteristik / Nafsu -Nafsu
Roh Yang Bisa mengendalikan
1 Tanah Daging Lauwamah ( Kebutuhan kedagingan)
Makan , minum , istirahat, sahwat , keserakahan, loba, iri, fitnah, tamak, mau menang sendiri, cenderung berlaku curang, lamban, malas, dan jika di kendalikan dan dilatih akan tahan menderita, memberikan kekuatan jasmani , ketabahan ( mementingkan diri sendiri )
Roh Jujur
2 Air Sumsum Sufiah / Keinginan - keinginan Roh " Narima "/ Menerima / Roh Syukur
3 Api Darah Amarah , Semangat, Berangasan, tidak sabaran, gelap mata, tekad yang kuat, memberikan ketekunan untuk mencapai sesuatu, kemauan Roh Sabar
4 Udara Pernafasan / Nafas Mutmainah / Kasih Sejati
Jernih, kasih, berbakti, condong pada hal -hal kesucian, siap berkorban, berusaha untuk mendekat dan bersatu dengan Allah
Roh Rela
5 Bayangan dari Roh Suci Tali Pusar dan Otak Cipta ( angan - angan )
= membayang -bayangkan
Roh Cipta / "Pangaribawa "
6 Bayangan dari Guru Sejati Otak Nalar ( Angan - angan ) , kejujuran dan cinta kebenaran (mendorong timbul pertanyaan apa, mengapa, bagaimana dll dan berusahan untuk menemukan jawaban pertanyaan tersebut )
= menghubungkan bayangan - bayangan satu sama lain
Roh Nalar / "Prabawa"
7 Bayangan dari Allah Jantung Pengertian ( angan - angan ) / Akal budi
= menarik kesimpulan dari apa yang kita bayang - bayangkan dan hasil menghubungkan bayangan - bayangan yang menciptakan satu keseluruhann.
Roh Pengertian / "Kamayan"
Hal diatas adalah gambaran dari " Cadra Jiwa " yang merupakan kearifan lokal Bangsa Indonesia ( Jawa / Kejawen ), walaupun ada beberapa aliran di Pulau Jawa yang membagi 7 hal diatas menjadi 9 bagian yaitu menambah unsur tanah dengan Nafsu Shawat menjadi 1 unsur tersendiri dan menambahkan unsur " Bayu Sejati " / energi Kundalini yang merupakan kekuatan dari Cipta - Nalar dan Pengertian.
Dari uraian kami diatas coba anda cermati kedua hal ( Roh Allah menurut Alkitab dengan Roh Allah menurut pemahaman " Candra Jiwa Indonesia " ) bukankah memiliki karakteristik yang serupa !!
Untuk mengungkap tabir misteri tentang apa dan bagaimana 7 ( tujuh ) Roh Allah yang diutus ke bumi secara Alkitabiah dan kearifan lokal ( Candra Jiwa Indonesia ) memiliki karakteristik yang hampir sama. Hal ini membuktikan bahwa walaupun dengan latar belakang budaya sosial yang berbeda ( Timur tengah dengan Indonesia ) terdapat jalan lurus yang dapat kita singkapi dengan arif dan bijaksana.
Tujuh ( 7 ) Roh Allah yang diutus ke bumi juga tercermin dalam diri manusia hal ini senada dengan firman Tuhan yang menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah seturut dengan gambar dan rupa Allah sendiri ( Kejadian 1 : 26 -27 ). Sehingga gambaran 7 Roh Allah yang diutus ke bumi tercermin dalam diri manusia. Tujuh ( 7 ) Roh Allah tersebut dalah Roh yang dapat mengendalikan hawa nafsu ( nafsu - nafsu ) dalam diri manusia. Yaitu :
  1. Roh Jujur : Roh jujur untuk mengendalikan nafsu kedagingan yang bersifat mementingkan diri sendiri seperti makan, minum, istirahat, sahwat, keserakahan, loba, iri, fitnah, tamak, mau menang sendiri, cenderung berlaku curang, lamban, malas dll. Jujur bahwa manusia tidak dapat melepaskan hal ini dan manusia hanya dapat mengendalikannya saja. Sehingga ketika manusia bisa mengendalikannya dan dilatih maka akan memberikan kekuatan secara fisik, tahan menderita, lebih tabah dll.
  2. Roh Menerima / " Narima " ( bahasa jawa ) : Roh ini memberikan kekuatan kepada manusia untuk selalu merasa bersyukur dalam segala hal. Sehingga Roh Menerima / " Narima " ini dapat mengendalikan nafsu keinginan - keinginan dalam diri manusia. Dengan selalu bersyukur manusia dapat mengendalikan keinginan - keinginannya sendiri, menerima apa yang telah Tuhan berikan baik suka maupun duka.
  3. Roh Sabar : Roh ini dapat mengendalikan nafsu Amarah , berangasan, tidak sabaran, gelap mata, dan jika Roh sabar ini telah dapat meresap maka dapat mengendalikan amarah, dapat memiliki tekad yang kuat, memberikan ketekunan untuk mencapai sesuatu, kemauan yang kuat untuk mencapai cita -cita.
  4. Roh Rela : Roh ini dapat memperkuat Kasih Sejati, sifatnya Jernih, kasih, berbakti, condong pada hal -hal kesucian, siap berkorban, berusaha untuk mendekat dan bersatu dengan Allah. Unsur dari Roh ini dalah udara / nafas, dan dari nafsu nafsu manusia unsur ini yang memiliki karakteristik yang positif dalam diri manusia. Itu sebabnya banyak praktisi Yoga, Samadi dll untuk mencapai tingkatan yang lebih tinggi dengan lebih banyak fokus pada pernafasan.
  5. Roh Cipta : Roh cipta ini merupakan bayangan dari Roh Suci dari Allah; Allah menciptakan segala sesuatu dengan sempurna.Dalam diri manusia Roh Cipta ini bersifat membayang - bayangkan. Menangkap apa yang diterima oleh panca indra. Roh Cipta memiliki kekuatan yaitu " Pangaribawa " ( bahasa jawa ) yaitu manusia merasa bahwa orang tertentu adalah orang kuat.
  6. Roh Nalar : Nalar ( Angan - angan ) , kejujuran dan cinta kebenaran (mendorong timbul pertanyaan apa, mengapa, bagaimana dll dan berusahan untuk menemukan jawaban pertanyaan tersebut ); Nalar menghubungkan bayangan - bayangan satu sama lain. Roh Nalar ini memiliki kekuatan yaitu " Prabawa " ( bahasa jawa ) yaitu tanpa ada hubungan hirarki ( atasan & bawahan ) orang lain menuruti apa yang disuruh atau diperintah. Misalnya karena pendidikan dan profesi seperti dokter, insiyur. Walaupun tidak ada hubungan seorang pasien akan menuruti apa yang dikatakan seorang dokter dengan harapan dapat lekas sembuh.
  7. Roh Pengertian : Pengertian ( angan - angan ) / Akal budi , Roh ini dapat menarik kesimpulan dari apa yang kita bayang - bayangkan dan hasil menghubungkan bayangan - bayangan yang menciptakan satu keseluruhan. Sehingga seseorang yang dikarunia roh ini dapat memahami dan mengerti sesuatu hal. Seperti yang lainnya Roh Pengertian ini memiliki kekuatannya sendiri yaitu " Kamayan " (bahasa jawa). Kamayan adalah kemampuan yang dapat mempengaruhi pikiran orang lain dalam bentuk bayangan - bayangan, sehingga orang merasa dapat melihat sesuatu atau merasakan sesuatu sesuai dengan yang diberikan oleh orang tersebut.
Kesimpulan kami diatas lebih condong dilihat dari sisi mutan lokalnya ( kearifan lokal ) ketimbang dari sudut pandang Alkitabiah. Sebenarnya tidak juga. Tujuh ( 7 ) Roh Allah yang diutus ke bumi seperti uraian kami diatas dapat kita temukan dalam Alkitab.
Roh Jujur seperti Mazmur 25:21 " Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau". Amsal 16: 17 " Menjauhi kejahatan itulah jalan orang jujur; siapa menjaga jalannya, memelihara nyawanya."; Lukas 16 : 9 " Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." . Alkitab mengajarkan agar kita untuk bersikap jujur baik jujur sosial maupun jujur pada diri sendiri. Terdapat 85 ayat yang menjelaskan tentang kejujuran.
Roh Syukur juga banyak tertulis dalam Alkitab demikian dengan Roh - Roh yang lainnya dapat ditemukan dalam Alkitab. Sehingga tidak beralasan jika penjelasan kami lebih condong pada kearifan lokal " Candra Jiwa Indonesia ".
Demikian ulasan kami , semoga artikel ini bermanfaat

Dwi Hartoyo , SP



Apakah perlu berjihad untuk Tuhan ? ( Al Baqarah 189-195 )



Al Baqarah 189-195 mengajarkan tentang Jihad di jalan Allah. Berjihad untuk menegakkan ajaran Tuhan atau berjihad untuk memerangi musuh Allah benarkah pernyataan ini ? Logiskah ajaran Jihad yang demikian !
Al Quran dalam kitab Al Baqarah 189 -195 mengajarkan tentang berjihad di jalan Allah. Dalam ayat tersebut dibenarkan dan dihalalkan untuk membalas perbuatan orang lain yang tidak sejalan dan jika perlu dihalalkan untuk membunuh. Yang menjadi pertanyaan besar adalah benarkah ini ajaran yang baik ? benarkah ajaran ini mengajarkan kebenaran Allah ?. Hal ini yang akan kami kupas habis dalam pembahasan kita kali ini.

Apa arti yang sebenarnya dari kata jihad menurut Al Quran ? menurut Wikipedia pengertian Jihad adalah berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam. Jihad dilaksanakan untuk menjalankan misi utama manusia yaitu menegakkan Din Allah atau menjaga Din tetap tegak, dengan cara-cara sesuai dengan garis perjuangan para Rasul dan Al-Quran. Jihad yang dilaksanakan Rasul adalah berdakwah agar manusia meninggalkan kemusyrikan dan kembali kepada aturan Allah, menyucikan qalbu, memberikan pengajaran kepada ummat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi.( sumber )( Din secara umum = peraturan Allah ). menurut Bilal Atkinson kata Jihad berarti " berjuang " yang penjelasan selanjutnya menurut kami justru tidak sesuai dengan Al Quran ( Al Baqarah 189-195 ) ; Bilal mengatakan " Jihad sebagaimana diperintahkan dalam Islam bukanlah tentang membunuh atau dibunuh tetapi tentang bagaimana berjuang keras memperoleh keridhaan Ilahi " Sedangkan menurut Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah tentang jihad bahwa Jihad adalah tulang punggung dan kubah Islam dimana kedudukan berjihad sangat tinggi di surga dan di dunia yang membuat orang yang berjihat mulia di dunia dan akhirat. Al Imam Ibnu Qayyim juga berpendapat bahwa jihad adalah mengatakan kebenaran meski banyak orang yang menentang; jihad melawan musuh musuh Allah diluar ( kaum muslimin ) termasuk cabang dari jihad adalah seorang hamba terhadap sisi sendiri ( Nafsu ) didalam ketaatan kepada Allah. Dijelaskan bahwa jihad dibagi menjadi jihad melawan diri sendiri ( hawa nafsu ) ; jihad melawan setan ; jihad melawan orang orang kafir dan munafik; jihad melawan orang orang dzolim, ahli bidah dan pembuat kemungkaran. Dan masih banyak lagi pemahaman tentang jihad silahkan anda cari sendiri di google.

Dari pengertian tentang jihad diatas menurut anda ! sudah sesuaikah dengan Al Quran ? atau sudah sesuaikah dengan hati nurani anda ?. Menurut kami betapa munafiknya orang orang yang begitu menjunjung Jihad. Mengapa kami mengatakan demikian ! kami memandang dari sudut pandang lain yaitu siapa sih manusia itu dimata Allah ? Lebih hebat siapa sih Allah atau manusia ? sehingga manusia beranggapan bahwa dirinya bisa menegakkan hukum / peraturan Tuhan ? atau membela agama Tuhan ? atau melawan musuh musuh Tuhan ? memangnya Tuhan tidak bisa menegakkan peraturanNya atau melawan musuhNya sendiri ?. Tuhan yang kami sembah adalah Tuhan yang " Maha Segalanya "- berkuasa atas segala sesuatu - Dia itu Mutlak dan penguasa Tunggal- Dia Maha Kuat dan manusia hanya debu tanah yang tak berdaya. Sehingga tidak perlu manusia menegakkan peraturan Tuhan atau tidak perlu manusia membela Tuhan karena Tuhan tidak butuh pembelaan dari manusia. Justru sebaliknya manusia membutuhkan Tuhan, membutuhkan kekuatan Tuhan. Jika Tuhan berkenan maka hanya sekali ucap maka seluruh mahluk yang Dia ciptakan akan tunduk pada peraturan yang Dia buat. Jika Tuhan berkenan hanya bayangannya saja akan membuat porak poranda musuh musuhNya. Bagaimana apakah sudut pandang kami ini keliru ? jika menurut anda keliru maka Tuhan yang anda sembah adalah Tuhan yang palsu dan tidak berkuasa atas segala hal. Kami sarankan anda mencari Tuhan yang benar benar " Maha Segalanya " yang berkuasa atas segala sesuatu. Carilah maka engkau akan menemukannya, karena Tuhan ada dimana mana dan Tuhan bisa asal anda mau mencarinya. Tuhan itu MAHA sehingga tidak ada yang tidak mungkin bagi Dia dan jika Dia berkehendak maka kehendaknya itu terjadi kurang dari hitungan detik. Manusia jangan merasa hebat sehingga bisa membela Tuhan; tetapi sebaliknya Tuhan yang membela, menolong dan melindungi orang orang yang dikasihinya. Mohon maaf menyimpang terlalu jauh .... mari kita kembali ke topik semula.

Bagaimana Jihad menurut surat Al Baqarah 189 - 195 ; berikut cuplikan dari kami :

2:189
Inggris : 
189. They ask you, [O Muhammad], about the new moons. Say, "They are measurements of time for the people and for Hajj." And it is not righteousness to enter houses from the back, but righteousness is [in] one who fears Allah. And enter houses from their doors. And fear Allah that you may succeed.
Indonesia : 
189. Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya[116], akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

[116]. Pada masa jahiliyah, orang-orang yang berihram di waktu haji, mereka memasuki rumah dari belakang bukan dari depan. Hal ini ditanyakan pula oleh para sahabat kepada Rasulullah s.a.w., maka diturunkanlah ayat ini.

2:190
Inggris : 
190. Fight in the way of Allah those who fight you but do not transgress. Indeed. Allah does not like transgressors
Indonesia :
190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.


2:191
Inggris : 
191 . And kill them wherever you overtake them and expel them from wherever they have expelled you, and fitnah is worse than killing. And do not fight them at al-Masjid al- Haram until they fight you there. But if they fight you, then kill them. Such is the recompense of the disbelievers.
Indonesia :
191 . 191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah[117] itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.

[117]. Fitnah (menimbulkan kekacauan), seperti mengusir sahabat dari kampung halamannya, merampas harta mereka dan menyakiti atau mengganggu kebebasan mereka beragama.


2:192
Inggris : 
192 . And if they cease, then indeed, Allah is Forgiving and Merciful
Indonesia :
192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


2:193
Inggris :
193. Fight them until there is no [more] fitnah and [until] worship is [acknowledged to be] for Allah . But if they cease, then there is to be no aggression except against the oppressors
Indonesia :
193. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.


2:194
Inggris :
194. [Fighting in] the sacred month is for [aggression committed in] the sacred month, and for [all] violations is legal retribution. So whoever has assaulted you, then assault him in the same way that he has assaulted you. And fear Allah and know that Allah is with those who fear Him.
Indonesia : 
194. Bulan haram dengan bulan haram[118], dan pada sesuatu yang patut dihormati[119], berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
[118]. Kalau umat Islam diserang di bulan haram, yang sebenarnya di bulan itu tidak boleh berperang, maka diperbolehkan membalas serangan itu di bulan itu juga.
[119]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.


2:195
Inggris : 
195. And spend in the way of Allah and do not throw [yourselves] with your [own] hands into destruction [by refraining]. And do good; indeed, Allah loves the doers of good
Indonesia :
195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Menurut Al Baqarah 189-195 muncul sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan para sahabat Muhammad tentang bulan Sabit sebagai petunjuk sebagai bulan Haji ( ayat 189 ) dan ayat 190 adalah hukum balas dendam tetapi dengan catatan jangan berlebihan. Memerangi orang orang yang terlebih mengajak berperang dan ayat 190 menghalalkan balas dendam atas nama Tuhan ( selama dijalan Allah ). Ayat 191 lebih kejam lagi yaitu menghalalkan membunuh sesama manusia. Ayat 192 berhentilah jika musuhmu juga berhenti. Merupakan hukum timbal baik yaitu jika dia melawan maka lawanlah jika mereka berhenti maka berhentilah jika mereka murka maka murkalah. Ayat 193 menegaskan untuk benar benar memerangi lawan atas nama Tuhan ( semata mata untuk Tuhan ). Dan berdamai dengan hukum qishaash yaitu berdamai dengan jaminan harta benda. Silahkan baca artikel kami sebelumnya tentang Qishaash disini ( ayat 194 ). Bagaimana qishaash yang diuntungkan adalah orang orang yang berduit / orang kaya dalam menyelesaikan perselisihan maupun menjalankan aturan agama. Sedangkan Ayat 195 sebagai ayat penutup bab ini mengajarkan agar membelanjakan harta dan kekayaan dijalan Allah dan jangan menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena Allah menyukai mereka yang berbuat baik. Ayat 195 secara tidak langsung mengatakan bahwa jalan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Seolah olah jalan Allah itu seperti jalan di dunia dan Allah membutuhkan harta benda dan kekayaan. Sehingga kesimpulan sementara kami adalah Allah menurut Al Baqarah 195 bukan Allah yang kaya, buktinya masih membutuhkan harta kekayaan. Padahal menurut pemahaman kami Allah itu " Maha Segalanya " termasuk Dia Maha Kaya sehingga itu sebabnya kami hanya meminta kepadaNya saja karena Allah yang kami sembah Maha Kaya dan tidak kekurangan. Tidak hanya itu saja tetapi secara keseluruhan kami simpulkan bahwa Allah menurut Al Baqarah 189-195 bukan Allah yang Maha seperti Allah yang kami sembah. Allah menurut Al Baqarah 198-195 tidak berkuasa dan memiliki kelemahan sehingga bagi anda yang menyembahnya harus intropeksi diri kembali agar tidak tersesat dikemudian hari. Kami sarankan agar mencari Allah yang benar benar " Maha Segalanya " yang Mutlak dan tidak bercacat.

Agar penjelasan kami ini berimbang, kami akan berikan padanan dari Al Baqarah 198-195 menurut kitab kitab sebelum Al Quran yaitu Taurat dan Zabur ( Alkitab ). Mari kita cari padanan ayat tersebut dari Alkitab; mengapa ? jelas karena selain latar belakang dari munculnya ayat itu tentu tidak lepas dari Kitab kitab sebelumnya. Kami berkeyakinan bahwa seluruh isi Al Quran itu hanya 1/4 bagian dari Alkitab. Hal mendasar lainnya adalah Al Quran adalah turunan dari Kitab kitab sebelumnya mengingat waktu kemunculan Al Quran beratus ratus bahkan beribu ribu tahun setelah kitab kitab ( Taurat dan Zabur / Alkitab ) sebelumnya terdistribusi. Agar tidak panjang lebar mari kita cari sepadanan dari Al Baqarah 189-195. Dan pembahasan selanjutnya apakah perihal jihad tersebut masih sepadan dengan kitab kitab setelahnya sehingga Al Quran mengankatnya kembali dan tentu saja telah di modifikasi oleh Muhammad. Dengan demikian kita bisa mengetahui mana yang benar dan mana yang menipu ? walaupun dengan alasan dan latar belakang kebaikan ! bahkan mengatasnamakan Tuhan.

Jihad sebenarnya tidak semata mata terdapat dalam Al Quran saja tetapi dalam Kitab Taurat - Kitab Jabur ( Alkitab ) baik perjanjian lama maupun perjanjian baru terdapat pengertian yang serupa dengan pengertian jihad. Tetapi paling banyak terdapat dalam perjanjian lama dan oleh Yesus Kristus hukum jihad dan hukum balas dendam telah di sempurnakan menjadi hukum kasih seperti yang bisa anda baca dan pelajari pada perjanjian baru dalam Alkitab. Agar tidak bingung kami akan informasikan hal tersebut seperti kami uraikan dibawah ini yaitu padanan Jihad dalam Al Baqarah 189-195 berdasarkan Alkitab ( Perjanjian Lama ). Dan yang harus di garis bawahi adalah pembalasan itu adalah Hak dari Allah sendiri.

Keluaran 22 : :22 - 25 " Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak.

Ayat diatas di ulang dalam Imamat 4:17-20 " Juga apabila seseorang membunuh seorang manusia, pastilah ia dihukum mati. Tetapi siapa yang memukul mati seekor ternak, harus membayar gantinya, seekor ganti seekor. Apabila seseorang membuat orang sesamanya bercacat, maka seperti yang telah dilakukannya, begitulah harus dilakukan kepadanya: patah ganti patah, mata ganti mata, gigi ganti gigi; seperti dibuatnya orang lain bercacat, begitulah harus dibuat kepadanya.

Ulangan 19: 21 Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki."

Keluaran 32 : 33 & 34 " Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

Bilangan 31: 2 dan 3 "Lakukanlah pembalasan orang Israel kepada orang Midian; kemudian engkau akan dikumpulkan kepada kaum leluhurmu. Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Baiklah sejumlah orang dari antaramu mempersenjatai diri untuk berperang, supaya mereka melawan Midian untuk menjalankan pembalasan TUHAN terhadap Midian."

Ulangan 7:10 tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu.

Ulangan 32:41-43 apabila Aku mengasah pedang-Ku yang berkilat-kilat, dan tangan-Ku memegang penghukuman, maka Aku membalas dendam kepada lawan-Ku, dan mengadakan pembalasan kepada yang membenci Aku. Aku akan memabukkan anak panah-Ku dengan darah, dan pedang-Ku akan memakan daging: darah orang-orang yang mati tertikam dan orang-orang yang tertawan, dari kepala-kepala musuh yang berambut panjang. Bersorak-sorailah, hai bangsa-bangsa karena umat-Nya, sebab Ia membalaskan darah hamba-hamba-Nya, Ia membalas dendam kepada lawan-Nya, dan mengadakan pendamaian bagi tanah umat-Nya."

Yesaya 1:24 Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; "Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku.

Yeremia 21:14 Aku akan melakukan pembalasan kepadamu sesuai dengan hasil perbuatanmu, demikianlah firman TUHAN. Aku akan menyalakan api di hutannya yang akan memakan habis segala sesuatu yang di sekitarnya."

I Samuel 24:19 (24-20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini.

Tidak hanya itu tetapi anda juga bisa menemukan hal serupa pada Ulangan 32 : 35 ; Ester 8 : 13 ; Mazmur 18 : 47; Mazmur 41 : 10 ; Mazmur 58: 10 ; Mazmur 91 : 8 ; Yesaya 59 : 18 ; Yesaya 65 : 6 ; Yeremia 23 : 34; Yeremia 51 : 36 ; Ratapan 3 : 64 ; Roma 11 : 9 ; Hakim hakim 15 : 7 ; II Raja raja 9 : 7 ; Amsal 17 : 13 ; Yehezkiel 7:3-4 

Kami menduga bahwa hukum Jihad seperti yang tertulis dalam Al Baqarah 189-195 terinspirasi dari ayat ayat dalam Alkitab seperti tersebut diatas. Dan sekaligus menjelaskan bahwa Al Quran bukan kitab yang menyempurnakan kitab kitab sebelumnya tetapi menyalin kitab kitab yang telah ada dan mengklaim bahwa itu berasal dari Allah. Dan dari itu juga tampak bahwa Muhammad hanya mempelajari kitab kitab perjanjian lama sebagai dasar hukum dalam Islam. Padahal jelas sekali bahwa Yesus Kristus telah menyempurnakan hukum hukum dalam kitab perjanjian lama tersebut menjadi hukum kasih. Seperti yang tertulis dalam Matius 5 : 38-42 sebagai berikut :
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

Dan hal tersebut di atas di pertegas kembali oleh Yesus Kristus dalam ayat ayat lainnya dalam perjanjian baru pada Alkitab seperti :

Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.

Ibrani 10:30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya." Pernyataan ini juga serupa dengan Ulangan 32 :35 Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.

Roma 12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Roma 13:4 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat.

I Tesalonika 5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

I Petrus 2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

I Petrus 3:9-11 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

I Raja Raja 8:32 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya.

Setelah membahas uraian tentang Jihad baik menurut Al Quran maupun Alkitab apakah menurut anda masih perlu melakukan jihad ? Karena pada hakekatnya manusia itu lemah dan tidak berdaya sehingga sangat tidak pantas jika manusia berkata jihad untuk Tuhan. Kembali kami katakan siapa manusia ini sehingga manusia berhak membela Allah atau memperjuangkan jalan Allah. Allah itu " MAHA " jika Dia berkenan semua bisa terjadi sesuai kehendaknya dalam hitungan kurang dari 1 detik. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Hendaknya manusia hanya meminta pertolongan dan perlindungan dari Allah, bukan sebaliknya manusia menolong Allah.

Untuk menegakkan ajaran Tuhan Allah jika Dia berkenan semua manusia tunduk padaNya dan menyembahNya sangatlah mudah bagi Dia yang MAHA. Sehingga tidak perlu manusia membela Allah karena Allah tidak perlu di bela karena Allah yang mutlak.

Jika anda masih memahami bahwa Allah perlu di bela, Ajaran Allah perlu di tegakkan, hukum Allah berlu di tegakkan, berjihad melawan musuh musuh Allah dan lain lain yang intinya adalah membela Allah maka anda telah meredahkan Allah dan menganggap diri anda lebih hebat dari Allah. Siapa sih musuh Allah ? jika memang ada berarti Allah yang demikian tidak MAHA karena ada pesaingnya yaitu musuhnya itu. Jika Tuhan ada saingan apakah itu disebut Tuhan ? kami berani katakan bahwa yang demikian bukan Tuhan karena Tuhan adalah MAHA segalanya, berkuasa atas segalanya dan Mutlak adanya. Jika Tuhan itu MAHA apa susahnya membinasakan musuhNya dan apa susahnya merubah yang jahat menjadi baik.
Semoga bermanfaat




Selamat datang di Blog Restsindo

Admin mengucapkan selamat datang di blog Restsindo.

Mohon maaf blog ini sedang dalam perawatan

anda juga bisa melihat artikel kami yang lain . Silahkan pilih pada bagian atas blog ini.


terima kasih
admin

BUMI yang Baru dan Harapan Baru

Selamat malam saudara saudara.

Pada malam ini hampir semua orang di muka bumi sedang menanti penghujung tahun 2013 -2014. Pada malam menjelang tahun baru ini kami ingin mengajak saudara saudara sekalian untuk merenungkan sebuah Firman Tuhan tentang janji Tuhan akan menciptakan " Bumi yang Baru "



Gambaran mengenai bumi yang baru telah di nubuatkan Tuhan pada masa Nabi Yesaya seperti yang tertulis dalam  Yesaya 65 : 17 ; Yesaya 66 : 22 dan dalam perjanjian baru juga termuat tentang janji Tuhan tersebut seperti pada II Petrus 3 : 13 ; Wahyu 21 : 1 sehingga total terdapat 4 buah Firman Tuhan yang menjanjikan bumi yang baru dan langit yang baru.

Nubuat Tuhan tentang dunia yang baru memberikan harapan tentang kehidupan dunia yang menjadi idaman Tuhan dan juga harapan manusia. Mengapa karena Tuhan menjanjikan dunia yang penuh dengan kegembiraan dan tidak akan ada lagi tangisan dan manusia manusia yang hidup pada masa itu akan berumur panjang. Dimana didalam dunia yang baru Tuhan menjadi satu satunya penguasa, dengan segala kesucian dan ke Maha Esaan. Tuhan memerintah dengan keadilan dan kebenaran. Dalam pemerintahan Tuhan di dunia yang baru tersebut Tuhan akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." Dan Tuhan yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar. Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan. 
Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua." 

Sebenarnya Firman Tuhan tersebut memberikan harapan baru bagi manusia, dan percayalah bahwa Tuhan akan menggenapi firman-Nya tersebut. Hanya masalah waktu saja, karena Tuhan tidak menyukai ingkar dan janji Tuhan tersebut akan berlaku bagi orang orang yang mau percaya.

Dunia saat ini memang semakin kejam, beban derita semakin hari semakin berat. Tetapi jika beban tersebut hanya dipikul sendiri maka tidak akan ada orang yang mampu memikulnya karena beratnya beban hidup. Lalu bagaimana agar beban yang tidak mungkin dipikul oleh manusia itu bisa berlalu ? sebuah pertanyaan yang sangat bagus. Caranya adalah serahkan dan letakkan beban itu kepada Tuhan, karena Tuhan itu Maha Segalanya maka tidak mustahil bagi Tuhan mengangkat beban itu. 

Dalam Matius 11 : 25-30 dituliskan demikian :
Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. 
Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.  Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Jika Tuhan ada di pihak kita siapakah yang akan melawan kita ! kira kira demikian pepatah yang tepat. Hanya saja ada orang yang telah menyerahkan bebannya kepada Tuhan tetapi belum sepenuhnya diserahkan ( orang jawa bilang " masih di gandoli " ). Mereka menyerahkan bebannya kepada Tuhan tetapi tidak sepenuhnya percaya kepada Tuhan. Mereka ragu apakah Tuhan bisa meringankan bebannya. Buktinya ketika mereka menyerahkan bebannya kepada Tuhan; mereka masih berfikir keras akan apa yang mereka hadapi.

Untuk itu serahkanlah bebanmu kepada Tuhan maka engkau akan menjadi ringan. Jangan setengah setengah dalam menyerahkan tetapi serahkan sepenuhnya beban itu kepada Tuhan, selanjutnya bagaimana kita menjalani hidup tanpa beban di pundak kita.

Selamat tahun baru 2014. Tuhan senantiasa memberkati.